Sundul
Liga Inggris

Arsenal Tak Terkalahkan di UCL Hingga Semifinal

Arsenal melaju ke semifinal Liga Champions musim ini tanpa sekalipun menelan kekalahan. Rekor impresif The Gunners berlanjut meski harus puas imbang 1-1 melawan Atlético Madrid di leg pertama.

Reza Pratama · 30 April 2026, 14:02 · 3 min baca

Arsenal mempertahankan rekor tak terkalahkan di Liga Champions musim ini setelah bermain imbang 1-1 melawan Atlético Madrid pada leg pertama semifinal di Estadio Metropolitano. Hasil itu sekaligus mengonfirmasi bahwa The Gunners belum sekali pun kalah sepanjang perjalanan mereka di kompetisi Eropa musim ini.

Rekor Bersih Sepanjang Fase Grup hingga Semifinal

Dari fase grup hingga babak empat besar, Arsenal konsisten meraih hasil positif. Tidak ada satu pun kekalahan yang tercipta di semua laga UCL yang sudah mereka jalani musim ini — sebuah pencapaian yang menegaskan soliditas skuad asuhan Mikel Arteta di level Eropa.

Perjalanan ini semakin bermakna mengingat Arsenal juga tengah mendominasi Premier League. Di liga domestik, mereka bertengger di posisi puncak klasemen dengan catatan sempurna: 8 main, 8 menang, 24 poin, dengan 23 gol dicetak dan hanya 4 gol kebobolan. Lima kemenangan beruntun terakhir menjadi bukti bahwa tim ini sedang dalam kondisi terbaik.

Imbang 1-1 di Madrid, Arteta Tidak Puas

Hasil 1-1 di kandang Atlético tidak sepenuhnya melegakan kubu Arsenal. Arteta dilaporkan meluapkan kekesalannya pascalaga — tanda bahwa pelatih asal Spanyol itu menginginkan lebih dari sekadar hasil seri tandang.

Gol balasan Atlético membuat keunggulan Arsenal menjadi tidak utuh. Meski secara agregat sementara berimbang, The Gunners tetap berada di posisi yang cukup baik menjelang leg kedua karena mereka akan bermain di hadapan publik sendiri.

Leg Kedua di Emirates: Panggung Keputusan

Leg kedua dijadwalkan berlangsung di Emirates Stadium. Arsenal mengantongi modal berharga: bermain di kandang sendiri, dukungan penuh suporter, dan rekor kandang yang kuat musim ini.

Atlético Madrid tentu tidak akan datang hanya untuk bertahan. Diego Simeone dikenal mampu membalik situasi di laga-laga knockout. Pertarungan taktis antara Arteta dan Simeone diprediksi menjadi sentral di Emirates.

Bagi Arsenal, satu gol saja sudah cukup untuk lolos jika mereka mampu menjaga gawang tetap bersih. Namun dengan Atlético yang memiliki naluri bertahan kelas dunia, mencetak gol tidak akan semudah yang terlihat di atas kertas.

Newcastle United, Lawan Potensial di Final?

Di sisi lain braket, Newcastle United juga masih bersaing di Liga Champions. Jika kedua tim Inggris ini berhasil melewati rintangan masing-masing, final all-English bukan sekadar mimpi — skenario yang akan menjadi salah satu final UCL paling bersejarah dalam beberapa tahun terakhir.

Namun Arsenal belum boleh terlalu jauh memandang ke depan. Atlético adalah ujian yang belum selesai, dan satu kesalahan di Emirates bisa mengakhiri mimpi mereka.

Momentum Terbaik Arsenal dalam Generasi Ini

Dominasi di Premier League, rekor tak terkalahkan di Eropa, dan semifinal Liga Champions — Arsenal sedang menikmati periode terbaik mereka dalam satu generasi. Arteta membangun tim ini secara bertahap sejak 2019, dan musim ini tampak menjadi puncak dari proses panjang tersebut.

Leg kedua melawan Atlético Madrid akan menjadi ujian sesungguhnya: apakah Arsenal cukup matang untuk melewati babak ini dan melangkah ke final Liga Champions pertama mereka sejak 2006.

#Premier League #Arsenal #Liga Champions #Atletico Madrid #Mikel Arteta #Semifinal Ucl