Sundul
Timnas Indonesia

Nova Arianto Tetap Buka Pintu untuk Fadly Alberto

Nova Arianto menegaskan masih membuka peluang pemanggilan Fadly Alberto ke Timnas Indonesia U-19 meski pemain itu viral akibat insiden tendangan kungfu.

Bayu Aditya · 30 April 2026, 14:32 · 3 min baca

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, menyatakan pintu tetap terbuka bagi Fadly Alberto meski pemain tersebut sedang disorot publik akibat insiden tendangan kungfu yang belakangan viral di media sosial. Nova menegaskan keputusan pemanggilan pemain selalu didasarkan pada kualitas dan perkembangan di lapangan, bukan semata tekanan dari luar.

Insiden Tendangan Kungfu yang Memviralkan Fadly

Fadly Alberto menjadi perbincangan luas setelah rekaman aksinya melakukan tendangan kung fu dalam sebuah pertandingan tersebar di berbagai platform. Insiden itu memancing reaksi keras dari publik sepak bola Indonesia dan memunculkan pertanyaan soal kelayakannya dipanggil ke Timnas U-19.

Tindakan tersebut jelas tidak mencerminkan sportivitas yang diharapkan dari calon pemain nasional. Namun Nova memilih untuk tidak menutup opsi secara permanen.

Alasan Nova Tidak Langsung Coret Fadly

Nova Arianto menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa langsung menghapus nama Fadly dari radar pemantauan. Bagi Nova, satu insiden tidak serta-merta menghapus kualitas teknis yang dimiliki seorang pemain muda.

Nova menekankan bahwa ia akan terus memantau perkembangan Fadly. Jika pemain tersebut menunjukkan perbaikan sikap dan performa konsisten, peluang dipanggil ke skuad Garuda Muda tetap ada. Nova juga menyebut proses pembinaan karakter menjadi bagian dari tanggung jawab pelatih, bukan hanya soal taktik dan teknik.

Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Nova dalam membangun tim muda — ia dikenal lebih memilih dialog dan evaluasi bertahap ketimbang keputusan reaktif.

Tekanan Eksternal dan Standar Timnas

Insiden Fadly muncul di tengah sorotan ketat terhadap Timnas Indonesia U-19 yang sedang dalam fase persiapan. Nova sadar betul bahwa pemain yang mengenakan seragam Garuda harus melewati standar ganda: kualitas teknis sekaligus kedewasaan mental di dalam dan luar lapangan.

Nova tidak menampik bahwa perilaku di luar pertandingan resmi timnas pun menjadi bagian dari penilaian. Ia meminta seluruh pemain yang masuk radar untuk menjaga sikap, karena rekam jejak karakter ikut dipertimbangkan dalam seleksi akhir.

Media Vietnam Mulai Remehkan Garuda

Di luar urusan internal, Timnas Indonesia juga menghadapi tekanan psikologis dari luar. Media Vietnam mulai melontarkan komentar meremehkan jelang pertemuan kedua tim, menyebut Indonesia hanya memiliki satu pemain berlabel "bintang Eropa" sebagai kelemahan utama skuad Garuda.

Narasi itu mencerminkan kepercayaan diri Vietnam yang tinggi, sekaligus menjadi motivasi tambahan bagi Nova dan para pemainnya. Timnas Indonesia memang tengah berbenah, namun komentar bernada merendahkan seperti ini kerap justru menjadi bahan bakar mental di ruang ganti.

Nova belum merespons pernyataan media Vietnam secara langsung. Fokusnya saat ini masih tertuju pada seleksi dan konsolidasi skuad U-19 yang akan menghadapi sejumlah agenda kompetisi ke depan.

Seleksi Ketat Menjelang Agenda Timnas U-19

Dengan agenda yang padat, Nova tidak punya banyak waktu untuk menunggu. Setiap pemain di radar harus membuktikan diri dengan cepat. Fadly Alberto punya waktu terbatas untuk meyakinkan pelatih bahwa insiden tendangan kungfu itu hanya anomali, bukan cerminan karakternya secara keseluruhan.

Nova Arianto menutup pernyataannya dengan pesan tegas: kepentingan tim selalu di atas kepentingan individu. Siapa pun yang dipanggil harus siap membawa nilai-nilai positif, baik di atas lapangan maupun di luar lapangan.

#Timnas Indonesia #Garuda Muda #Sepak Bola Indonesia #Nova Arianto #Fadly Alberto #Timnas Indonesia U 19