Sundul
Sepak Bola Dunia

FIFA Museum Zurich: Napak Tilas Sejarah Piala Dunia

FIFA Museum di Zurich menyimpan perjalanan panjang Piala Dunia sejak 1930 hingga era modern, dari trofi Jules Rimet asli hingga teknologi interaktif yang membawa pengunjung masuk ke jantung turnamen terbesar dunia.

Fajar Hidayat · 30 April 2026, 16:35 · 3 min baca

FIFA Museum di Zurich, Swiss, berdiri sebagai satu-satunya destinasi resmi yang merangkum seluruh sejarah Piala Dunia, dari edisi perdana di Uruguay 1930 sampai turnamen paling mutakhir. Empat lantai pameran interaktif menampung lebih dari 1.000 artefak, mulai dari sepatu boot pemain legendaris, jersey bersejarah, hingga replika trofi paling ikonik dalam sejarah olahraga.

Titik Awal: Jules Rimet dan Kelahiran Mimpi Besar

Perjalanan dimulai dari satu nama: Jules Rimet. Presiden FIFA periode 1921-1954 itulah yang mendorong terwujudnya kompetisi antar negara pertama di dunia. Trofi original yang dinamai sesuai namanya menjadi benda paling berharga yang pernah diperebutkan di lapangan hijau.

Uruguay menjadi tuan rumah dan juara pertama pada 1930. Sejak saat itu, Piala Dunia bergulir setiap empat tahun sekali, kecuali terhenti pada 1942 dan 1946 akibat Perang Dunia II. Museum ini mendokumentasikan setiap jeda, setiap drama, dan setiap kejutan yang membentuk turnamen sebagaimana dikenal hari ini.

Koleksi yang Bicara Sendiri

Masuk ke dalam museum, pengunjung langsung disambut galeri trofi. Replika Trofi FIFA World Cup Trophy yang berlapis emas 18 karat bisa dilihat dari jarak dekat. Trofi asli hanya boleh dipegang oleh kepala negara dan kapten tim juara, sementara replika inilah yang mengelilingi dunia dalam tur resmi FIFA.

Jersey Pelé dari Brasil, sepatu Gerd Müller, hingga kostum yang dipakai Zinedine Zidane saat final 2006 tersimpan dalam kondisi terjaga. Setiap benda dilengkapi keterangan konteks, bukan sekadar label nama dan tahun.

Satu sudut khusus didedikasikan untuk gol-gol paling bersejarah. Layar besar memutar ulang momen Diego Maradona berlari melewati enam pemain Inggris pada 1986, disandingkan dengan "Tangan Tuhan" yang terjadi empat menit sebelumnya di pertandingan yang sama. Dua sisi dari satu karakter, satu pertandingan, satu Piala Dunia.

Teknologi Interaktif: Lebih dari Sekadar Pameran

FIFA Museum tidak berhenti pada display statis. Zona interaktif memungkinkan pengunjung mencoba simulasi tendangan penalti, membaca data statistik seluruh edisi Piala Dunia, hingga memilih tim terbaik sepanjang masa berdasarkan preferensi pribadi.

Ada pula instalasi audio yang memutar kembali komentar radio dan televisi dari final-final bersejarah dalam berbagai bahasa. Pengunjung bisa berdiri di replika terowongan stadion dan merasakan atmosfer sesaat sebelum tim melangkah ke lapangan.

Lantai khusus menampilkan perjalanan Piala Dunia Wanita yang dimulai sejak 1991. Dokumentasi ini memperkuat posisi museum bukan hanya sebagai arsip sejarah pria, melainkan catatan lengkap sepak bola global.

Zurich sebagai Rumah Sepak Bola Dunia

Museum ini berlokasi di Haus zum Rechberg, gedung bersejarah di pusat kota Zurich, hanya beberapa menit dari kantor pusat FIFA. Lokasinya strategis, mudah dijangkau dengan transportasi umum dari stasiun utama Zurich HB.

FIFA Museum dibuka pada Februari 2016 dan sejak itu telah dikunjungi jutaan orang dari seluruh penjuru dunia. Tiket masuk dewasa dibanderol sekitar 24 franc Swiss, dengan diskon untuk pelajar dan anak-anak. Museum tutup setiap hari Senin.

Bagi penggemar yang datang menjelang Piala Dunia 2026 — yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko — kunjungan ke FIFA Museum bisa menjadi pemanasan sempurna. Konten pameran sudah mulai diperbarui dengan materi edisi terbaru, termasuk perluasan format turnamen dari 32 menjadi 48 tim.

Lebih dari Nostalgia

Yang membuat FIFA Museum berbeda dari sekadar ruang kenang-kenangan adalah cara ia menyusun narasi. Sejarah Piala Dunia bukan hanya soal siapa yang menang. Museum ini juga menampilkan cerita negara-negara yang berpartisipasi untuk pertama kali, kisah pemain yang gagal namun dikenang, dan bagaimana sepak bola berulang kali mencerminkan perubahan dunia di luar lapangan.

Bagi siapa pun yang menyebut dirinya pecinta sepak bola sejati, FIFA Museum di Zurich adalah destinasi yang wajib masuk daftar kunjungan, bukan sekadar untuk melihat trofi dari dekat, tetapi untuk memahami mengapa olahraga ini terus menggerakkan miliaran manusia setiap empat tahun sekali.

#Piala Dunia 2026 #Piala Dunia 2026 #Sejarah Sepak Bola #Fifa Museum #Zurich #Jules Rimet