Sundul
Liga Indonesia

Atalanta Krisis, Palladino Terancam Dipecat

Atalanta terpuruk di posisi 15 klasemen Serie A dengan catatan 4 menang, 1 seri, dan 3 kalah dari 8 pertandingan. Kursi pelatih Raffaele Palladino kian goyah.

Dimas Wirawan · 30 April 2026, 17:41 · 2 min baca

Atalanta sedang berada di titik kritis musim ini. Setelah delapan pekan Serie A, La Dea hanya mengoleksi 13 poin — hasil dari 4 kemenangan, 1 seri, dan 3 kekalahan — dan terjebak di peringkat 15 klasemen. Kondisi ini memaksa manajemen klub mempertimbangkan langkah drastis: memecat pelatih Raffaele Palladino.

Posisi Klasemen yang Jauh dari Ekspektasi

Bagi Atalanta, klub yang musim lalu tampil kompetitif di pentas Eropa, posisi 15 adalah tamparan keras. Dengan 13 poin dari 8 laga, mereka hanya unggul tipis dari zona merah. Catatan gol pun cukup mengkhawatirkan: 10 gol tercipta, 10 gol kebobolan — rasio yang mencerminkan ketidakstabilan lini pertahanan maupun ketajaman serangan.

Formulir terkini Atalanta — LLWWW — memang memberi sedikit napas. Tiga kemenangan beruntun terakhir sempat mengangkat moral, tetapi dua kekalahan di awal rentang itu meninggalkan bekas yang dalam di klasemen.

Mengapa Palladino Menjadi Sorotan

Palladino direkrut dengan harapan membawa identitas permainan yang progresif, melanjutkan filosofi yang sudah mengakar di Bergamo. Namun dalam delapan pertandingan pertama, tim tampil tidak konsisten. Tiga kekalahan sejak awal musim bukan sekadar angka — setiap kekalahan memunculkan pertanyaan soal organisasi taktis, pilihan starting XI, hingga kemampuan membaca jalannya pertandingan.

Manajemen Atalanta dikenal tidak segan mengambil keputusan cepat ketika hasil tidak sesuai target. Tekanan dari petinggi klub disebut sudah meningkat signifikan, dan nama-nama pengganti kabarnya sudah mulai beredar di lingkaran internal.

Tekanan Berlapis di Bergamo

Yang membuat situasi Palladino makin sulit adalah konteks persaingan di Serie A musim ini. Klub-klub di papan tengah dan bawah bertempur ketat untuk keluar dari zona berbahaya. Atalanta, yang seharusnya menjadi tim papan atas, justru terjebak dalam persaingan itu.

Dengan jadwal padat yang menanti, setiap poin terasa berharga. Jika tren negatif kembali muncul di laga-laga ke depan, keputusan pemecatan bisa datang lebih cepat dari yang diperkirakan.

Apa Selanjutnya untuk La Dea?

Atalanta memiliki skuat dengan kualitas yang tidak diragukan. Masalahnya bukan pada materi pemain, melainkan bagaimana memaksimalkan potensi mereka di bawah tekanan. Pelatih baru — jika benar-benar dihadirkan — harus mampu menstabilkan pertahanan sekaligus menghidupkan kembali kreativitas di lini serang.

Pilihan yang diambil manajemen dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah musim Atalanta secara keseluruhan. Bertahan dengan Palladino berarti memberinya waktu dan kepercayaan untuk membalik keadaan. Memecat dia berarti mengambil risiko pergantian di tengah musim dengan segala konsekuensinya.

Yang pasti, dengan hanya 13 poin dan berada di peringkat 15, status quo bukan pilihan yang bisa dipertahankan lebih lama.

#Pelatih Dipecat #Serie A #Italia #Klasemen Serie A #Atalanta #Raffaele Palladino