Sundul
Liga Spanyol

Eks Real Madrid: Era Mourinho Sudah Berlalu

Mantan pemain Real Madrid menegaskan Jose Mourinho tidak lagi relevan untuk kembali melatih Los Blancos — eranya sudah selesai.

Bayu Aditya · 30 April 2026, 21:03 · 3 min baca

Nama Jose Mourinho kembali dikaitkan dengan Real Madrid, tapi setidaknya satu mantan pemain Los Blancos sudah cukup mendengar wacana tersebut. Penilaiannya lugas: era Mourinho di Madrid sudah lama berakhir, dan tidak perlu diulang.

Pernyataan Tegas dari Eks Pemain Madrid

Mantan pemain Real Madrid menyatakan bahwa Mourinho bukan pilihan tepat untuk kembali ke Santiago Bernabéu. Menurutnya, apa yang pernah dibangun Mourinho bersama Madrid memang bersejarah, tapi zaman sudah berubah. Sepak bola modern menuntut pendekatan yang berbeda dari yang biasa ditawarkan Mourinho.

Pernyataan itu muncul di tengah spekulasi mengenai kursi kepelatihan Madrid yang terus bergolak. Mourinho pernah menukangi Real Madrid dari 2010 hingga 2013, meraih satu gelar La Liga pada musim 2011-12 — musim yang Los Blancos mengumpulkan 100 poin, rekor La Liga yang bertahan lama.

Namun prestasi gemilang itu tidak cukup mengubah pandangan sang mantan pemain. Hubungan Mourinho dengan pemain dan staf Madrid kala itu dikenal penuh ketegangan. Bagi eks penggawa tersebut, membuka lembaran lama itu bukan langkah bijak.

Mourinho dan Rekam Jejak Terbarunya

Selepas Madrid, Mourinho melatih Chelsea, Manchester United, Tottenham Hotspur, Roma, dan terakhir Fenerbahçe. Di setiap destinasi, kariernya selalu diwarnai ketegangan internal sebelum akhirnya berpisah dengan klub.

Di Roma, Mourinho sempat membawa gelar UEFA Conference League pada 2022 — trofi pertama dalam sejarah klub. Namun perjalanannya berakhir dengan pemecatan pada Januari 2024 saat tim terpuruk di papan tengah Serie A.

Fenerbahçe menjadi petualangan berikutnya, tapi juga tidak bertahan lama. Pola yang berulang ini memperkuat argumen bahwa pendekatan Mourinho sulit bertahan dalam jangka panjang di level tertinggi.

Kondisi Real Madrid Saat Ini

Real Madrid sendiri tengah menghadapi musim yang tidak mulus. Di La Liga, Los Blancos baru mengumpulkan 15 poin dari 8 pertandingan — menempati posisi ke-9 dengan catatan 5 menang, 0 seri, dan 3 kalah. Torehan 21 gol dan kebobolan 12 gol mencerminkan tim yang masih inkonsisten.

Lima pertandingan terakhir Madrid menampilkan rollercoaster performa: L-W-L-W-L. Tiga kekalahan dari delapan laga bukanlah catatan yang diharapkan dari klub yang identik dengan dominasi.

Kondisi ini yang kemudian memicu spekulasi soal perubahan di kursi kepelatihan, termasuk munculnya nama Mourinho. Tapi pandangan dari dalam lingkaran Madrid sendiri tampaknya tidak terlalu antusias menyambut kemungkinan tersebut.

Mengapa Mourinho Dipandang Sudah Tidak Relevan

Eks pemain Madrid tersebut bukan satu-satunya yang skeptis. Mourinho dikenal dengan filosofi pragmatis dan defensif yang kontras dengan DNA menyerang yang selama ini menjadi identitas Madrid.

Di era modern, klub-klub besar menginginkan pelatih yang mampu membangun tim secara kolektif dan menjaga harmoni ruang ganti. Gaya kepemimpinan Mourinho yang konfrontatif kerap menjadi bom waktu — entah itu dengan pemain, direktur olahraga, atau media.

Madrid, dengan segudang bintang dan ekspektasi yang tidak pernah turun, bukan tempat yang cocok untuk eksperimen nostalgia.

Siapa yang Layak Gantikan Posisi?

Pertanyaan soal siapa pelatih berikutnya untuk Madrid tetap terbuka. Beberapa nama yang lebih segar dan relevan dengan sepak bola kekinian disebut-sebut lebih sesuai dengan kebutuhan klub saat ini.

Yang jelas, bagi mantan pemain yang angkat bicara, jawaban itu bukan Jose Mourinho. Era pelatih Portugal itu bersama Los Blancos sudah ditutup lebih dari satu dekade lalu — dan sebaiknya tetap begitu.

#Real Madrid #La Liga #Jose Mourinho #Pelatih Real Madrid #Eks Real Madrid #Rumor Kepelatihan