Sundul
Sepak Bola Dunia

Chris Wood Kembali, Forest Incar Liga Champions

Chris Wood belum pernah gagal penalti dalam 10 tahun terakhir. Kini striker Selandia Baru itu bangkit dari absen panjang dan siap memimpin Nottingham Forest menuju Liga Champions.

Reza Pratama · 01 Mei 2026, 06:33 · 3 min baca

Chris Wood akhirnya kembali ke lapangan setelah nyaris enam bulan absen. Striker internasional Selandia Baru itu disebut sebagai "kepingan terakhir" yang dibutuhkan Nottingham Forest untuk mewujudkan ambisi besar mereka — lolos ke Liga Champions.

Sang Eksekutor Sempurna

Rekam jejak Wood dari titik putih tak perlu diragukan. Selama 10 tahun penuh, ia belum sekalipun gagal mengeksekusi penalti. Rekor tersebut menjadikannya salah satu eksekutor paling andal di Premier League saat ini.

Konsistensi itu bukan kebetulan. Wood dikenal tenang di bawah tekanan, selalu menempatkan bola secara cermat tanpa terburu-buru. Bagi Forest, kehadiran pemain kelahiran 7 Desember 1991 itu bukan sekadar soal gol — tetapi soal ketenangan mental di momen krusial.

Enam Bulan di Luar Lapangan

Yang membuat comeback ini spesial sekaligus penuh tanda tanya adalah durasi absennya. Wood hampir tidak bermain selama enam bulan. Cedera panjang yang membekukan kiprahnya membuat Forest harus memutar otak mencari alternatif di lini depan.

Kini ia telah kembali bugar. Manajemen dan pelatih Forest sama-sama menyambut kehadirannya dengan optimisme. Dengan tubuh yang sudah pulih, Wood diklaim siap bersaing untuk tempat utama di starting eleven.

Forest di Jalur yang Menjanjikan

Nottingham Forest mengawali Premier League musim ini dengan cukup solid. Dari 8 pertandingan, mereka meraih 4 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 2 kekalahan — total 14 poin. Posisi 13 di klasemen saat ini belum mencerminkan ambisi sesungguhnya klub.

Catatan gol tim juga cukup menarik: 15 gol dicetak dari 8 laga, atau hampir dua gol per pertandingan. Namun konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah — terlihat dari form terakhir yang berbunyi W-L-W-W-D.

Dengan Wood kembali, harapannya produktivitas itu bisa lebih stabil. Seorang striker senior dengan insting mencetak gol tinggi dan kepercayaan diri dari titik penalti bisa jadi pembeda di laga-laga ketat.

Target Liga Champions: Realistis atau Mimpi?

Forest terang-terangan menyebut Liga Champions sebagai tujuan. Ambisi itu bukan tanpa dasar — klub ini pernah menjuarai kompetisi elit Eropa tersebut dua kali berturut-turut pada era Brian Clough, 1979 dan 1980.

Tapi untuk kembali ke sana dari posisi 13 klasemen Premier League, jalan yang harus dilalui masih panjang. Persaingan empat besar di Liga Inggris musim ini luar biasa ketat. Arsenal, misalnya, sedang dalam performa sempurna: 8 laga, 8 menang, 24 poin, dan belum kebobolan lebih dari 4 gol.

Meski demikian, masih ada 30 pekan lebih yang tersisa. Forest punya waktu untuk membenahi ritme permainan — dan Wood diyakini bisa menjadi katalis kebangkitan itu.

Lebih dari Sekadar Striker

Wood bukan tipe penyerang yang sekadar menunggu umpan matang. Ia dikenal aktif dalam pressing, cerdas membaca ruang, dan memiliki kemampuan bermain punggung ke gawang yang efektif. Kombinasi fisik dan teknik itulah yang membuat pelatih Forest menganggapnya bukan hanya opsi, tetapi kebutuhan.

Di usianya yang kini 33 tahun, Wood memasuki fase karier di mana setiap pertandingan harus dimaksimalkan. Ia tahu itu. Dan ambisinya untuk membawa Forest ke panggung Eropa tampaknya menjadi motivasi yang cukup kuat untuk memastikan cederanya tidak kambuh.

Kepingan terakhir sudah kembali ke tempat semestinya. Kini tinggal pertanyaan apakah Forest bisa merangkai semua bagian puzzle itu menjadi gambar utuh — sebuah tiket Liga Champions.

#Premier League #Nottingham Forest #Liga Champions #Striker #Selandia Baru #Chris Wood