Sundul
Liga Inggris

Salah Tinggalkan Liverpool, Turki Jadi Tujuan?

Mohamed Salah dikabarkan menolak tawaran besar dari Arab Saudi dan justru mempertimbangkan langkah tak terduga menuju Turki setelah kontraknya di Liverpool berakhir.

Dimas Wirawan · 01 Mei 2026, 10:44 · 3 min baca

Mohamed Salah kembali menjadi pusat perbincangan transfer. Winger andalan Liverpool itu dikabarkan menolak godaan petrodolar Arab Saudi dan justru membuka pintu menuju liga Turki — sebuah pilihan yang tak banyak diprediksi pelaku sepak bola dunia.

Arab Saudi Gigit Jari

Klub-klub Saudi Pro League sudah lama mengincar Salah. Tawaran finansial yang disodorkan disebut sangat besar, jauh melampaui standar gaji di Premier League. Namun Salah rupanya tidak tertarik melanjutkan karier di liga yang sudah menarik Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan sejumlah bintang top dunia lainnya.

Keputusan Salah menampik Saudi menjadi pukulan telak bagi ambisi ekspansi sepak bola kerajaan itu. Pemain berusia 32 tahun ini tampaknya masih ingin berkompetisi di level yang lebih kompetitif secara teknis.

Turki Muncul Sebagai Opsi Serius

Nama Turki muncul sebagai tujuan yang sedang dipertimbangkan Salah. Liga Super Turki dalam beberapa tahun terakhir memang semakin agresif mendatangkan pemain berpengalaman dari Eropa. Galatasaray dan Fenerbahce menjadi dua klub yang paling sering dikaitkan dengan pemain-pemain kelas dunia.

Daya tarik Turki bukan sekadar finansial. Liga tersebut menawarkan panggung kompetitif dengan atmosfer stadion yang intens, dan secara geografis masih memungkinkan Salah untuk tampil di kompetisi yang disorot media Eropa.

Van Dijk Beri Sinyal ke Liverpool

Di tengah spekulasi soal masa depan Salah, rekan setimnya Virgil van Dijk juga bicara. Bek tengah asal Belanda itu menyampaikan isyarat kepada manajemen Liverpool agar tidak sembarangan melepas pemain di posisi yang ia nilai terbaik di dunia saat ini.

Pernyataan Van Dijk dibaca banyak pihak sebagai sinyal agar Liverpool berjuang keras mempertahankan Salah. Winger Mesir itu memang tak tertandingi di posisinya dalam beberapa musim terakhir di Anfield.

Liverpool sendiri saat ini duduk di posisi ketiga klasemen Premier League dengan 18 poin dari 8 pertandingan — 6 menang, 2 kalah, tanpa seri. Produktivitas tim cukup tinggi dengan 20 gol tercipta. Kehilangan Salah jelas akan menjadi risiko besar bagi konsistensi serangan The Reds.

Revolusi Staf Kepelatihan di Anfield

Persoalan Salah tidak berdiri sendiri. Liverpool juga tengah menyiapkan perombakan staf pelatih. Arne Slot dikabarkan ingin membawa orang-orang kepercayaannya ke Anfield untuk memperkuat tim kepelatihan yang ada.

Slot, yang mengambil alih kursi manajer setelah era panjang Juergen Klopp, ingin membangun struktur kerja yang lebih personal dan selaras dengan filosofinya. Revolusi di balik layar ini bisa turut memengaruhi keputusan pemain senior — termasuk Salah — dalam menentukan apakah mereka masih melihat Liverpool sebagai tempat yang tepat untuk melanjutkan karier.

Liverpool Tak Bisa Kehilangan Salah Begitu Saja

Angka berbicara lebih keras dari apapun. Salah adalah mesin gol dan assist Liverpool yang telah beroperasi di level puncak sejak 2017. Dengan catatan produktivitas yang konsisten setiap musim, perannya dalam mempertahankan posisi Liverpool di papan atas Premier League tidak bisa digantikan sembarangan.

Jika Salah benar-benar pergi — baik ke Turki maupun ke destinasi lain — Liverpool harus bergerak cepat di bursa transfer. Mencari pengganti setara pemain terbaik Afrika beberapa kali itu bukan perkara mudah, baik dari sisi teknis maupun finansial.

Keputusan akhir masih ada di tangan Salah. Turki atau bertahan di Liverpool, setiap pilihan akan membawa dampak besar — bagi kariernya maupun bagi masa depan klub yang sudah ia bela hampir satu dekade.

#Premier League #Transfer #Arab Saudi #Liga Turki #Liverpool #Mohamed Salah