Sundul
Liga Indonesia

Persebaya Berjuang di Tengah Keterbatasan Skuad

Persebaya Surabaya menghadapi sisa BRI Liga 1 musim ini dengan kondisi skuad yang tidak ideal, namun Bajul Ijo tetap bertengger di posisi 5 klasemen dengan 48 poin dari 30 pertandingan.

Naila Sari · 01 Mei 2026, 12:20 · 3 min baca

Persebaya Surabaya menutup pekan terakhir BRI Liga 1 di posisi 5 klasemen dengan catatan 13 menang, 9 imbang, dan 8 kalah dari 30 pertandingan — total 48 poin dengan selisih gol +10 (45 gol masuk, 35 gol kebobolan). Angka yang cukup kompetitif, namun kondisi di balik layar menunjukkan gambaran yang lebih berat dari sekadar angka di papan klasemen.

Skuad Tipis, Beban Merata

Keterbatasan jumlah pemain yang siap tempur menjadi tantangan utama tim pelatih Persebaya sepanjang paruh kedua musim ini. Rotasi menjadi pilihan yang terbatas ketika sejumlah pemain menghadapi masalah kebugaran dan ketersediaan. Hasilnya, beberapa nama harus dimainkan melampaui kapasitas ideal mereka dalam hal menit bermain.

Kondisi ini bukan alasan, melainkan konteks. Dalam situasi squad depth yang minim, mempertahankan posisi lima besar bukanlah pencapaian kecil.

Form Terkini: Sinyal Positif

Lima laga terakhir Persebaya mencatat form WWLLW — tiga menang dan dua kalah. Pola ini menggambarkan ketidakkonsistenan yang menjadi pekerjaan rumah utama tim. Dua kekalahan di tengah rentetan itu berpotensi mahal jika persaingan posisi empat besar memanas di pekan-pekan akhir kompetisi.

Namun kemenangan terakhir memberikan napas lebih panjang. Tiga poin terakhir itu krusial untuk menjaga jarak dari tim-tim yang mengintai dari bawah sekaligus tetap relevan dalam perburuan posisi yang lebih tinggi.

Angka Gol: Produktif Tapi Rentan

Dengan 45 gol yang dicetak, Persebaya termasuk dalam jajaran tim produktif di Liga 1 musim ini. Namun 35 gol yang kebobolan menunjukkan lini pertahanan yang masih bisa ditembus — rata-rata lebih dari satu gol kebobolan per pertandingan.

Keseimbangan antara lini serang dan pertahanan inilah yang perlu diselesaikan tim pelatih untuk menutup musim dengan hasil maksimal. Ketika rotasi terbatas, stamina pemain belakang pun ikut terkuras, dan celah itu yang kerap dieksploitasi lawan.

Matematika Klasemen yang Masih Terbuka

Persebaya tersisa beberapa pertandingan untuk memaksimalkan raihan poin. Dari posisi 5, gap menuju empat besar atau bahkan podium tiga masih bisa dikejar, tergantung hasil tim-tim di atas mereka. Sebaliknya, tekanan dari bawah juga tidak boleh diabaikan — satu atau dua kekalahan beruntun bisa menggeser Bajul Ijo keluar dari zona nyaman.

Dengan 48 poin di tangan, target realistis Persebaya adalah mengamankan posisi lima atau lebih tinggi, yang secara historis sudah menjadi pencapaian yang bermakna di tengah persaingan Liga 1 yang semakin merata musim ini.

Menyelesaikan Puzzle di Sisa Waktu

Istilah "menyusun puzzle harapan" terasa tepat untuk menggambarkan situasi Persebaya saat ini. Setiap bagian harus pas — kebugaran pemain, strategi pelatih, dukungan suporter — agar gambar akhir musim ini layak untuk dikenang.

Keterbatasan memang ada, tapi skuad Bajul Ijo sudah membuktikan mampu melewati situasi sulit. Tiga pertandingan terakhir — dua di antaranya kemenangan — adalah bukti bahwa tim ini belum menyerah pada keterbatasan yang menghadang.

Pekan-pekan terakhir BRI Liga 1 akan menjadi ujian sesungguhnya: apakah Persebaya bisa menutup musim dengan kepala tegak, atau kehabisan energi tepat di garis akhir.

#Bri Liga 1 #Klasemen Liga 1 #Liga Indonesia #Persebaya Surabaya #Bajul Ijo #Skuad Persebaya