Sundul
Liga Inggris

Rekam Jejak Arsenal di Liga Champions

Arsenal belum pernah menjuarai Liga Champions meski sudah berkompetisi di level tertinggi Eropa selama puluhan tahun. Apa pencapaian terbaik The Gunners di ajang ini?

Bayu Aditya · 01 Mei 2026, 12:34 · 3 min baca

Arsenal adalah salah satu klub terbesar Inggris, namun trofi Liga Champions masih menjadi mimpi yang belum terwujud. Sejak pertama kali tampil di kompetisi Eropa, The Gunners belum sekali pun mengangkat trofi si kuping besar — dan pencapaian terbaik mereka di Liga Champions hanya sampai babak final, satu langkah dari puncak.

Final 2006: Satu-satunya Penampilan di Partai Puncak

Musim 2005/06 adalah momen paling dekat Arsenal dengan gelar Liga Champions. Di bawah asuhan Arsène Wenger, The Gunners melaju hingga final di Stade de France, Paris, menghadapi Barcelona.

Arsenal sempat unggul setelah Jens Lehmann diusir keluar lapangan di menit ke-18, namun Sol Campbell mencetak gol di tengah situasi bermain dengan 10 orang. Barcelona kemudian berbalik unggul lewat Samuel Eto'o dan Juliano Belletti untuk menang 2-1. Arsenal kalah, dan itu tetap menjadi satu-satunya final Liga Champions dalam sejarah klub.

Era Invicibles dan Dominasi Fase Grup

Sepanjang era keemasan Wenger — khususnya awal 2000-an — Arsenal rutin lolos dari fase grup dan mencapai babak 16 besar. Namun tembok perempat final atau semifinal kerap menjadi batas mereka.

Mereka pernah disingkirkan Juventus, Chelsea, Manchester United, dan Bayern München di babak-babak krusial. Dengan skuad berisi Thierry Henry, Patrick Vieira, hingga Robert Pires, The Gunners punya materi kelas dunia — tetapi konsistensi di level Eropa tak pernah cukup untuk melampaui ronde-ronde akhir.

Masa Absen Panjang dari Liga Champions

Setelah finis di luar empat besar Premier League pada musim 2016/17, Arsenal absen dari Liga Champions selama beberapa musim berturut-turut. Mereka terdegradasi ke Liga Europa dan bahkan Liga Konferensi, periode yang sangat menyakitkan bagi suporter.

Kembalinya Arsenal ke Liga Champions terjadi pada musim 2023/24 di bawah Mikel Arteta — debut mereka di kompetisi ini setelah tujuh tahun absen. Mereka melewati fase grup dan kembali menunjukkan kapasitas sebagai tim papan atas Eropa.

Kiprah Terkini: Semifinal dan Asa Juara

Musim ini Arsenal kembali hadir di panggung besar Liga Champions. Mereka berhasil menembus babak semifinal, menghadapi Atletico Madrid. Leg pertama berakhir 1-1 — hasil yang membuat Arteta gusar karena timnya dinilai kurang tajam dalam memanfaatkan peluang.

Martin Odegaard tampil di bawah ekspektasi pada leg pertama tersebut, sementara secara kolektif Arsenal dianggap bermain terlalu bertahan dan kurang mengancam. Leg kedua di Emirates Stadium menjadi penentu siapa yang akan melangkah ke final.

Di Premier League musim ini, Arsenal tengah dalam performa luar biasa — delapan main, delapan menang, 23 gol dicetak, hanya 4 kebobolan, dan 24 poin di puncak klasemen dengan catatan lima kemenangan beruntun terakhir. Kepercayaan diri tak diragukan, tetapi Liga Champions adalah cerita yang berbeda.

Bisakah Arsenal Akhirnya Juara?

Skuad Arteta saat ini adalah generasi paling menjanjikan Arsenal dalam satu dekade terakhir. Kedalaman materi, kualitas individu, dan filosofi permainan yang jelas menjadikan mereka kandidat serius.

Namun catatan historis berbicara lain. Arsenal adalah salah satu dari sedikit klub besar Eropa yang belum pernah memenangkan Liga Champions. Satu-satunya final yang pernah mereka capai pun berakhir dengan kekalahan.

Apakah generasi Arteta bisa menulis sejarah baru? Jawabannya ada di Emirates, di leg kedua melawan Atletico Madrid.

#Premier League #Arsenal #Liga Champions #Atletico Madrid #Mikel Arteta #Ucl