Pelatih Arema FC: Kekalahan 0-4 dari Persebaya Memalukan
Arema FC dihajar Persebaya Surabaya empat gol tanpa balas. Pelatih Singo Edan langsung menyebut hasil itu memalukan.
Arema FC menelan kekalahan telak 0-4 dari Persebaya Surabaya dalam laga BRI Liga 1. Pelatih Singo Edan tak menyembunyikan kekecewaan — ia langsung menyebut performa timnya memalukan di hadapan publik.
Respons Pelatih Arema FC
Pelatih Arema FC tidak mencari alasan usai pertandingan. Ia mengakui timnya tampil jauh di bawah standar dan menyebut kekalahan empat gol tanpa balas sebagai sesuatu yang memalukan. Pernyataan keras itu dinilai sebagai bentuk tanggung jawab setelah penampilan yang mengecewakan di lapangan.
Kekalahan ini bukan sekadar soal skor. Arema tidak mampu mencetak satu gol pun, sementara Persebaya menuntaskan laga dengan dominasi penuh dari awal hingga akhir.
Bernardo Tavares Puas dengan Persebaya
Di sisi seberang, pelatih Persebaya Bernardo Tavares menyampaikan kepuasan atas performa pasukannya. Kemenangan empat gol tanpa balas atas rival sekota Jawa Timur itu menjadi salah satu hasil terbaik Bajul Ijo musim ini. Tavares menekankan bahwa timnya bermain dengan intensitas tinggi dan disiplin taktik sepanjang pertandingan.
Bagi Persebaya, kemenangan atas Arema selalu punya nilai lebih — ini adalah derby Jawa Timur yang sarat gengsi, dan menang dengan empat gol memberikan pesan yang kuat.
Dampak ke Klasemen Arema FC
Kekalahan ini memperburuk posisi Arema FC di klasemen BRI Liga 1. Singo Edan kini bertengger di posisi ke-10 dengan 39 poin dari 30 laga — catatan 10 menang, 9 imbang, dan 11 kalah. Selisih gol pun negatif: 40 gol dicetak, 41 kemasukan.
Lima laga terakhir Arema mencatat tren yang tidak stabil: kalah, seri, menang, menang, seri (LDWWD). Kekalahan dari Persebaya bisa mengganggu momentum yang sempat terbangun sebelumnya.
Dengan sisa laga yang terus berkurang, Arema tidak punya banyak ruang untuk tersandung lagi jika ingin mengamankan posisi yang lebih layak di akhir musim.
Derby Jatim yang Berat Sebelah
Laga antara Arema dan Persebaya selalu menjadi sorotan. Derby Jawa Timur ini bukan hanya persaingan di atas kertas — rivalitas dua kota besar, Malang dan Surabaya, membuat setiap pertemuan terasa berbeda bobotnya.
Kali ini, Persebaya tampil seperti tim yang lebih lapar. Empat gol tanpa balas adalah argumentasi yang sulit dibantah. Arema tidak hanya kalah secara skor, tetapi juga kalah dalam intensitas dan semangat bertarung — hal yang paling menyakitkan dalam sebuah derby.
Apa yang Harus Diperbaiki Arema?
Pengakuan pelatih bahwa hasil ini memalukan adalah langkah awal yang jujur. Namun kejujuran saja tidak cukup. Arema perlu segera menemukan jawaban atas lini pertahanan yang kebobolan empat gol, serta ketidakmampuan mencetak gol sama sekali.
Dengan posisi ke-10 dan selisih gol yang tipis di zona negatif, Arema FC masih punya pekerjaan besar untuk diselesaikan sebelum musim BRI Liga 1 benar-benar menutup tirai.