Messi vs Ronaldo: Siapa yang Hadir di Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 2026 membuka pertanyaan besar: apakah Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo masih layak — dan mampu — tampil di turnamen terbesar dunia itu?
Piala Dunia 2026 di Amerika Utara tinggal hitungan bulan. Dua nama yang mendominasi sepak bola selama dua dekade — Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo — kini berdiri di persimpangan yang sama: apakah keduanya benar-benar akan tampil, dan jika ya, seberapa besar kontribusi yang masih bisa mereka berikan?
Messi lahir 24 Juni 1987. Ronaldo 5 Februari 1985. Saat Piala Dunia 2026 bergulir, Messi berusia 38 tahun dan Ronaldo sudah 41 tahun. Ini bukan sekadar angka — ini adalah realitas fisik yang tidak bisa diabaikan.
Argentina: Juara Bertahan Tanpa Jaminan Messi
Argentina masuk Piala Dunia 2026 sebagai juara bertahan setelah meraih trofi di Qatar 2022. Messi menjadi motor utama kala itu — delapan gol, tiga assist, dan Trofi Pemain Terbaik Turnamen. Namun kondisi jelang 2026 jauh berbeda.
Di Inter Miami, Messi kerap absen karena cedera. Intensitas MLS memang lebih rendah dibanding Liga Champions atau La Liga, tapi tubuh seorang pemain 38 tahun tetap punya batasnya. Federasi sepak bola Argentina (AFA) belum memberikan kepastian apakah Messi akan menjadi bagian dari skuad Piala Dunia 2026.
Yang menarik: Argentina sebenarnya punya kedalaman skuad yang cukup untuk tidak bergantung penuh pada satu nama. Julian Alvarez, Lautaro Martinez, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister adalah generasi yang sudah matang. Scaloni terbukti mampu membangun kolektivitas, bukan sekadar tim yang berputar di orbit satu bintang.
Jika Messi tampil, Argentina jelas lebih berbahaya. Jika tidak, mereka tetap kompetitif — dan itu justru menunjukkan betapa solidnya fondasi yang dibangun sejak 2022.
Portugal: Dilema Ronaldo yang Belum Selesai
Situasi Portugal jauh lebih rumit. Ronaldo, yang kini bermain untuk Al-Nassr di Arab Saudi, masih mencetak gol secara produktif di level klub. Tapi level kompetisi Saudi Pro League dan level Piala Dunia adalah dua hal yang sangat berbeda.
Portugal memiliki generasi muda berbakat: Bruno Fernandes, Rafael Leao, Bernardo Silva, Pedro Neto, dan Vitinha. Mereka adalah pemain-pemain yang berkompetisi di liga-liga top Eropa setiap minggu. Secara kualitas kolektif, Portugal 2026 seharusnya tidak perlu bersandar pada seorang pemain 41 tahun.
Masalahnya, Ronaldo bukan sekadar pemain biasa di mata Portugal. Ia adalah kapten, simbol, dan magnet perhatian. Roberto Martinez, pelatih Portugal, menghadapi tekanan berlapis: memasang Ronaldo berisiko mengorbankan keseimbangan taktis, tapi tidak memanggilnya bisa memicu polemik publik yang besar.
Di Qatar 2022, Ronaldo justru lebih banyak duduk di bangku cadangan setelah konflik dengan pelatih Santos. Portugal malah bermain lebih baik tanpa ketergantungan padanya. Tapi sejarah itu sepertinya belum cukup untuk mengubah narasi besar di sekitar CR7.
Rekor Klose: Siapa yang Berpeluang Memecahkannya?
Miroslav Klose memegang rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 16 gol dari empat edisi turnamen (2002–2014). Messi saat ini memiliki 13 gol Piala Dunia. Ronaldo baru mengoleksi 8 gol.
Secara matematis, Messi membutuhkan 4 gol lagi untuk menyamai Klose dan 5 gol untuk melewatinya. Dengan catatan penampilan di Qatar — 8 gol dalam satu turnamen — itu bukan hal yang mustahil jika Messi tampil penuh dan dalam kondisi prima.
Ronaldo membutuhkan 9 gol untuk menyamai rekor Klose dalam satu turnamen. Itu nyaris tidak realistis, bahkan untuk pemain sekalipun dalam kondisi terbaiknya. Peluang CR7 memecahkan rekor Klose di Piala Dunia 2026 praktis tertutup.
Pertarungan rekor Klose, jika terjadi, hampir pasti hanya milik Messi.
Skenario yang Paling Mungkin
Messi kemungkinan besar akan dipanggil — setidaknya sebagai opsi — jika ia tetap aktif bermain dan bebas cedera hingga musim panas 2026. Keputusan akhir ada di tangan Scaloni, yang selama ini dikenal pragmatis dan tidak segan meninggalkan nama besar demi keseimbangan tim.
Ronaldo hampir pasti dipanggil Martinez, mengingat tekanan politik dan emosional yang melingkupi keputusan itu. Pertanyaannya bukan apakah ia dipanggil, tapi berapa menit yang benar-benar akan ia dapatkan.
Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi panggung perpisahan keduanya dari turnamen paling bergengsi di planet ini. Bagi Messi, ada peluang nyata untuk menutupnya dengan gemilang. Bagi Ronaldo, ini lebih terasa seperti upacara perpisahan yang panjang — penuh hormat, tapi sudah kehilangan giginya.
Dua legenda, dua narasi yang sangat berbeda, satu turnamen yang sama.