Sundul
Timnas Indonesia

Jay Idzes Terancam Kehilangan Pasangan Setia Jelang Piala Dunia 2026

Posisi pertahanan Timnas Indonesia terancam goyah. Jay Idzes berpotensi kehilangan pasangan setia di lini belakang menjelang Piala Dunia 2026.

Naila Sari · 01 Mei 2026, 16:02 · 3 min baca

Lini belakang Timnas Indonesia menghadapi ancaman serius. Jay Idzes, bek tengah andalan yang kini memperkuat Venezia di Serie B Italia, berpotensi kehilangan pasangan setia di jantung pertahanan Garuda sebelum gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Kekhawatiran di Lini Belakang Garuda

Rizky Ridho, yang selama ini menjadi tandem terpercaya Jay Idzes di lini belakang Timnas Indonesia, dicoret dari skuad untuk pemusatan latihan (TC) menjelang Piala AFF 2026. Keputusan itu membuka tanda tanya besar soal keberlanjutan duet mereka di level yang lebih tinggi, termasuk Piala Dunia.

Duet Idzes-Ridho terbentuk lewat jam terbang bersama yang cukup panjang di Timnas senior. Keduanya membangun chemistry solid dalam skema pertahanan empat bek yang kerap digunakan pelatih. Ketiadaan Ridho secara otomatis memaksa tim pelatih mencari solusi baru.

Sebagai gantinya, Eksel Runtukahu dipanggil masuk TC Piala AFF 2026. Langkah ini menunjukkan rotasi besar sedang terjadi di tubuh Timnas, persis di momen paling krusial menjelang Piala Dunia pertama Indonesia.

Beban Berat di Pundak Jay Idzes

Jay Idzes bukan sekadar bek biasa. Kapten Timnas Indonesia itu tampil konsisten di Serie B bersama Venezia musim ini dan menjadi salah satu pemain Indonesia dengan level kompetisi tertinggi di Eropa saat ini.

Dengan pengalaman bermain di Italia dan menjadi kapten tim nasional, Idzes diharapkan mampu menstabilkan lini pertahanan meski berganti pasangan. Namun adaptasi dengan tandem baru bukan perkara singkat, terutama ketika kompetisi seperti Piala Dunia menuntut koordinasi tanpa celah di antara para bek tengah.

Atalanta, klub Serie A yang juga menjadi perhatian karena memiliki pemain berorbit Indonesia, saat ini berada di posisi 15 klasemen Serie A dengan 13 poin dari 8 pertandingan. Mereka mencatat empat kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan dengan catatan gol imbang 10-10. Konteks kompetisi di Italia jelas menjadi tolok ukur seberapa matang para pemain yang berkarier di sana.

Naturalisasi Jadi Solusi?

PSSI tidak tinggal diam. Tiga pemain naturalisasi baru tengah diproses menjelang AFF 2026, memberi sinyal bahwa federasi aktif memperkuat skuad dari berbagai lini, termasuk kemungkinan di posisi bek tengah.

Langkah naturalisasi memang bukan jaminan otomatis mendapat tempat di starting XI, tetapi kehadiran nama-nama baru memberi Shin Tae-yong lebih banyak opsi dalam merakit kombinasi pertahanan terbaik untuk Piala Dunia.

Pertanyaannya: seberapa cepat pemain naturalisasi baru itu bisa beradaptasi dengan sistem dan membangun kepercayaan dengan Idzes di lapangan?

Urgensi Solusi Sebelum 2026

Piala Dunia 2026 bukan target jangka jauh lagi. Jadwal kualifikasi dan persiapan akhir kini sudah di depan mata. Setiap pertandingan uji coba dan turnamen seperti AFF 2026 menjadi laboratorium nyata untuk mencari pasangan ideal bagi Idzes.

Timnas U-17 pun tengah berlaga di Piala AFF U-17 2026 dengan sejumlah catatan menarik, menandakan ekosistem pembinaan sedang berjalan. Namun untuk kebutuhan tim senior yang akan tampil di panggung Piala Dunia, solusi jangka pendek harus segera ditemukan.

Apabila Rizky Ridho tidak segera kembali ke performa terbaiknya dan merebut tempat, tim pelatih harus berani mengambil keputusan cepat: apakah melanjutkan dengan Eksel Runtukahu, mengandalkan pemain naturalisasi baru, atau mencari opsi lain dari pemain diaspora yang belum tersentuh.

Satu hal yang pasti: stabilitas lini belakang adalah fondasi utama jika Indonesia serius ingin tampil bermartabat di Piala Dunia 2026. Dan saat ini, fondasi itu sedang diuji.

#Timnas Indonesia #Piala Dunia 2026 #Rizky Ridho #Jay Idzes #Naturalisasi #Pertahanan Timnas