Cremonese vs Lazio 1-2: Biancoceleste Menang di Zini
Lazio mengamankan tiga poin di Stadio Giovanni Zini usai menundukkan Cremonese 1-2 pada pekan ke-35 Serie A, Minggu dini hari WIB.
Lazio meraih kemenangan penting dengan skor 1-2 di markas Cremonese pada matchday 35 Serie A, Senin (4/5/2026) dini hari pukul 23.30 WIB. Tiga poin ini mengangkat posisi Biancoceleste ke urutan delapan klasemen dengan 54 poin dari 36 laga, sementara Cremonese tetap terpuruk di zona degradasi.
Cremonese Makin Terancam Terdegradasi
Kekalahan ini menjadi pukulan keras bagi Cremonese. Sebelum laga, mereka sudah berada di posisi 18 dengan koleksi 28 poin dari 35 pertandingan — hasil dari enam kemenangan, sepuluh seri, dan 19 kekalahan.
Rentetan form lima laga terakhir mereka berbicara gamblang: LLDLL. Cremonese tak hanya kesulitan mencetak gol (27 gol sepanjang musim), tapi juga bocor di belakang dengan 53 gol kemasukan — terburuk ketiga di liga.
Harapan Emil Audero untuk tampil heroik pun tak sepenuhnya terwujud. Kiper timnas Italia berdarah Indonesia itu tetap gagal menahan laju Lazio yang datang dengan ambisi penuh menjelang akhir musim.
Lazio Jaga Konsistensi Jelang Akhir Musim
Bagi Lazio, kemenangan ini melanjutkan tren positif. Form lima laga terakhir mereka tercatat WDWLD — fluktuatif, namun kemenangan di Cremona jadi bukti kapasitas tim asuhan Marco Baroni untuk merebut poin di kandang lawan.
Dengan 51 poin sebelum laga ini, Lazio sudah mengamankan papan tengah. Target mereka kini adalah mengunci posisi setinggi mungkin sebelum Serie A musim 2025/26 resmi ditutup. Persaingan dengan tim-tim di atasnya memang ketat, namun tiga poin tandang selalu jadi modal berharga.
Cremonese: Statistik yang Mencerminkan Kesengsaraan Musim
Angka-angka Cremonese di musim ini memperlihatkan betapa beratnya perjuangan mereka. Dari 35 laga, hanya enam yang berakhir dengan kemenangan. Selisih gol minus 26 (27 gol untuk, 53 kemasukan) menjadikan mereka salah satu tim dengan pertahanan paling rapuh di Serie A musim ini.
Tekanan degradasi bukan sekadar ancaman — itu sudah menjadi kenyataan yang semakin sulit dihindari. Dengan hanya tersisa beberapa laga, Cremonese butuh mukjizat matematis untuk bertahan di Serie A musim depan.
Emil Audero di Pusaran Sorotan
Nama Emil Audero menjadi perhatian khusus jelang dan sesudah laga ini. Kiper berdarah Indonesia yang memperkuat Cremonese sepanjang musim ini terus berjuang mempertahankan gawang dari gempuran demi gempuran.
Meski Audero kerap tampil sebagai penyelamat dalam beberapa momen, beban tim yang sangat bergantung padanya di lini belakang terlalu besar. Dua gol Lazio yang bersarang malam itu menjadi cerminan persoalan kolektif yang jauh melampaui kapasitas seorang kiper.
Cremonese hanya mencetak satu gol balasan — skor akhir 1-2 mengunci nasib mereka yang kian suram.
Klasemen dan Sisa Perjuangan
Pasca laga ini, Lazio bertengger di posisi delapan klasemen Serie A dengan 51 poin dari 35 pertandingan (13 menang, 12 seri, 10 kalah). Di sisi lain, Cremonese masih di posisi 18 dengan 28 poin.
Sisa matchday menjadi penentu: apakah Cremonese bisa menyelamatkan diri, atau musim ini benar-benar berakhir dengan kepedihan turun ke Serie B. Matematika masih memungkinkan, tapi waktu dan kepercayaan diri hampir habis.