Sundul
Sepak Bola Dunia

Messi dan Argentina: Misi Pertahankan Gelar di Piala Dunia 2026

Lionel Messi bersiap tampil di Piala Dunia 2026, membawa Argentina dalam misi langka: mempertahankan gelar juara dunia untuk pertama kali sejak Brasil di 1958 dan 1962.

Reza Pratama · 07 Mei 2026, 08:10 · 3 min baca

Lionel Messi, 38 tahun, bersiap menghadapi turnamen besar terakhir dalam kariernya. Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi panggung terakhir bagi sang legenda untuk mengukir sejarah bersama Argentina — mempertahankan mahkota dunia yang direbut di Qatar empat tahun lalu.

Tantangan Terberat: Menjadi Juara Bertahan

Mempertahankan gelar Piala Dunia adalah salah satu misi paling sulit dalam sepak bola internasional. Hanya Brasil yang pernah melakukannya, menjuarai dua edisi berturut-turut pada 1958 dan 1962. Sejak itu, tidak ada satu pun negara yang mampu mengulang prestasi tersebut.

Argentina datang ke 2026 dengan beban besar sekaligus kepercayaan diri tinggi. Skuad asuhan Lionel Scaloni itu bukan hanya juara dunia, tetapi juga memegang gelar Copa América 2021 dan 2024. La Albiceleste masuk sebagai salah satu kandidat terkuat, namun target mempertahankan takhta tetaplah berbeda tekanannya dibanding sekadar menjadi penantang.

Kondisi Messi: Faktor Paling Krusial

Messi lahir pada 24 Juni 1987. Ketika Piala Dunia 2026 bergulir, usianya tepat menginjak 39 tahun — usia yang secara statistik berada di luar puncak performa seorang pemain sepak bola profesional. Namun Messi bukan pemain biasa.

Bersama Inter Miami di MLS, Messi tetap tampil sebagai pemain penentu. Gaya bermainnya yang bertumpu pada visi, umpan, dan efisiensi gerak — bukan kecepatan fisik semata — memungkinkannya bertahan di level tertinggi lebih lama dari kebanyakan pemain seangkatannya.

Pertanyaannya bukan lagi soal kualitas, melainkan kebugaran. Messi beberapa kali menghadapi masalah cedera ringan dalam dua musim terakhir. Kondisi fisiknya jelang turnamen akan menjadi faktor penentu seberapa besar kontribusi yang bisa ia berikan.

Kekuatan Argentina Bukan Hanya Messi

Salah satu pelajaran penting dari perjalanan Argentina di Qatar 2022 adalah bahwa tim ini bukan sekadar "tim satu bintang." Scaloni membangun kolektif yang solid, dengan kedalaman skuad yang nyata di setiap lini.

Julián Álvarez tampil sebagai pencetak gol vital di Qatar dan terus berkembang pesat di level klub. Enzo Fernández membuktikan diri sebagai gelandang kelas dunia. Di lini belakang, Argentina menunjukkan disiplin taktis yang kerap luput dari sorotan publik karena terlalu fokus pada Messi.

Format baru Piala Dunia 2026 — dengan 48 tim peserta — juga memberikan lebih banyak pertandingan di fase grup. Argentina harus menavigasi jadwal yang lebih padat, yang berarti manajemen kebugaran Messi sepanjang turnamen menjadi tanggung jawab tersendiri bagi Scaloni.

Format 48 Tim: Peluang Sekaligus Jebakan

Untuk pertama kali dalam sejarah, Piala Dunia menggunakan format 48 tim dengan fase grup tiga negara per grup. Sistem ini membuka peluang lebih besar bagi tim-tim non-tradisional untuk melangkah jauh, sekaligus berpotensi menghadirkan kejutan yang mengguncang raksasa-raksasa dunia sejak babak awal.

Argentina, sebagai juara bertahan, tidak akan mendapat perlakuan istimewa dalam undian. Potensi bertemu lawan berat lebih awal dari babak 16 besar atau perempat final adalah skenario yang harus diantisipasi Scaloni.

Di sisi lain, lebih banyak pertandingan berarti lebih banyak waktu bagi Messi dan kolega untuk menemukan ritme terbaik — sesuatu yang kerap menjadi kunci sukses tim nasional dalam turnamen panjang.

Warisan yang Sudah Sempurna, Ambisi yang Belum Padam

Messi mengangkat trofi Piala Dunia di Qatar 2022 — satu-satunya yang absen dari koleksi pribadinya selama bertahun-tahun. Warisan kariernya kini sudah lengkap. Namun tanda-tanda bahwa ia masih ingin berjuang untuk Argentina terus terlihat dari komitmennya bersama tim nasional.

Bagi Argentina, Piala Dunia 2026 bukan sekadar soal Messi. Ini tentang sebuah generasi emas yang ingin mengakhiri era mereka dengan cara yang belum pernah dilakukan siapa pun dalam 64 tahun terakhir: juara dunia dua kali berturut-turut.

Misi itu berat. Tapi dengan skuad seperti ini, dengan pelatih seperti Scaloni, dan dengan Messi yang masih ada — Argentina punya alasan kuat untuk percaya.

#Piala Dunia 2026 #Argentina #Lionel Messi #Inter Miami #Julian Alvarez #Lionel Scaloni