Sundul
Sepak Bola Dunia

Italia Tersisih Lagi: Bosnia Singkirkan Azzurri 4-1 Lewat Adu Penalti

Italia kembali absen di Piala Dunia setelah dikalahkan Bosnia & Herzegovina lewat adu penalti 4-1 di final playoff UEFA, 31 Maret 2026. Edisi ketiga beruntun Azzurri tak tampil di pesta akbar.

Bayu Aditya · 01 April 2026, 06:00 · 3 min baca

Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya beruntun. Tim arahan pelatih asal Italia itu kalah adu penalti 1-4 dari Bosnia & Herzegovina di final playoff UEFA, Selasa (31/3/2026) di Sarajevo, setelah waktu normal dan extra time berakhir 1-1.

Hasil ini membuat Italia jadi mantan juara dunia pertama yang absen di tiga edisi Piala Dunia berturut-turut, sebuah noda historis bagi negara dengan empat trofi (1934, 1938, 1982, 2006). Bosnia, sebaliknya, lolos ke Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka setelah debut pertama di edisi 2014 di Brasil.

Drama Panjang dan Adu Penalti

Italia memulai laga dengan agresif, menekan Bosnia sejak menit awal. Federico Chiesa membuka skor lewat sundulan dari sepak pojok pada menit ke-23. Bosnia menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama, lewat tendangan bebas Edin Visca yang masuk ke sudut sempit gawang.

Setelah skor 1-1, kedua tim main hati-hati di babak kedua. Beberapa peluang muncul, tetapi tidak ada gol. Extra time berlangsung dengan ritme melelahkan, kedua kiper bekerja keras menyelamatkan tendangan-tendangan menukik. Adu penalti jadi penentu, dan Bosnia tampil lebih dingin: empat dari empat algojo mereka mencetak gol, sementara Italia hanya satu dari empat. Penjaga gawang Bosnia, Ibrahim Sehic, jadi pahlawan dengan tiga tepisan.

Tiga Kali Absen, Reaksi Federasi

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mengeluarkan pernyataan singkat malam itu: kekalahan adalah pukulan, refleksi mendalam akan dilakukan tentang masa depan tim. Pelatih kepala Italia, yang baru menjabat sejak akhir 2024 menggantikan Luciano Spalletti, dipertanyakan posisinya. Beberapa media Italia menyebut perombakan total kemungkinan menyusul, termasuk pergantian pelatih.

Italia absen di Piala Dunia 2018 setelah kalah dari Swedia di playoff, lalu absen lagi 2022 setelah dikalahkan Makedonia Utara. Edisi 2026 menyusulkan pola yang sama: gagal di tahap kritis lawan tim yang secara ranking lebih rendah. Kapten Gianluigi Donnarumma, yang telah tiga kali mengalami trauma serupa, terlihat menangis di pinggir lapangan saat tendangan penalti terakhir Italia melenceng.

Bosnia, Czechia, Sweden, Türkiye Lolos

Selain Bosnia, tiga tim UEFA lolos dari babak playoff: Czechia, Swedia, dan Türkiye. Empat slot playoff tersebut menggenapi 16 jatah Eropa di Piala Dunia 2026, dari sebelumnya 13 di Qatar 2022. UEFA tetap konfederasi terbesar di turnamen ini, walau penambahan kuota didistribusikan lebih merata ke konfederasi lain.

Bosnia masuk ke Grup B bersama Kanada (tuan rumah), Qatar, dan Swiss. Komposisi ini relatif terjangkau, memberi Bosnia peluang lolos dari fase grup di pengalaman kedua mereka. Edhem Sljivo, kapten Bosnia dan pemain Manchester City, menyebut momen kelulusan ini sebagai "puncak dari satu dekade pembangunan tim", dikutip dari konferensi pers usai laga.

Italia akan kembali ke proses regenerasi panjang. Generasi pemain seperti Federico Chiesa, Sandro Tonali, dan Nicolo Barella akan masuk ke usia 30-an saat kualifikasi Piala Dunia 2030 dimulai. Tantangan terbesar bukan sekadar trofi, tetapi pemulihan kepercayaan diri pemain dan kebanggaan suporter, sesuatu yang sulit diukur tapi krusial untuk kebangkitan tim manapun.

#Piala Dunia 2026 #Piala Dunia 2026 #Italia #Bosnia #Playoff UEFA