Sundul
Liga Indonesia

Kompany Semprot Wasit Usai Bayern Imbang 1-1 Lawan PSG

Vincent Kompany melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit Joao Pinheiro setelah Bayern Munchen ditahan imbang PSG 1-1 di leg kedua semifinal Liga Champions.

Naila Sari · 07 Mei 2026, 09:45 · 3 min baca

Bayern Munchen gagal meraih kemenangan di hadapan publik sendiri setelah ditahan imbang Paris Saint-Germain 1-1 pada leg kedua semifinal Liga Champions. Pelatih Bayern, Vincent Kompany, langsung menyemprot keputusan wasit Joao Pinheiro yang dianggap merugikan timnya di kedua pertemuan.

Kompany Tak Terima Keputusan Wasit

Kompany tidak menyembunyikan kekesalannya seusai peluit panjang berbunyi. Menurutnya, sejumlah keputusan krusial yang diambil Pinheiro di dua leg semifinal ini sangat mempengaruhi jalannya pertandingan dan hasil akhir agregat.

Pelatih asal Belgia itu menilai Bayern seharusnya mendapat perlakuan lebih adil di lapangan. Ia menegaskan timnya bermain dengan kualitas yang cukup untuk lolos, namun keputusan wasit membuat perjuangan Die Roten menjadi jauh lebih berat.

Kritik Kompany bukan tanpa dasar. Sepanjang dua leg, sejumlah insiden diperdebatkan — mulai dari keputusan kartu, pelanggaran yang tidak dihukum, hingga situasi di kotak penalti yang luput dari perhatian wasit.

Joao Pinheiro, Wasit di Tengah Badai Kontroversi

Joao Pinheiro adalah wasit internasional asal Portugal yang sudah memiliki pengalaman memimpin laga-laga besar di level Eropa. Namun namanya kini menjadi sorotan tajam setelah memimpin dua leg Bayern vs PSG yang sarat kontroversi.

Berbagai keputusannya di kedua pertemuan memantik reaksi keras, tidak hanya dari kubu Bayern, tetapi juga dari para pengamat sepak bola yang mengikuti jalannya semifinal ini secara seksama.

Dalam sepak bola modern, peran wasit semakin krusial di laga-laga dengan tekanan tinggi seperti semifinal Liga Champions. Satu keputusan bisa mengubah segalanya — dan di dua leg ini, Pinheiro berada tepat di tengah pusaran perdebatan itu.

Hasil Imbang yang Menyisakan Tanda Tanya

Agregat dua leg berakhir dengan situasi yang ketat. Hasil 1-1 di leg kedua membuat penentu kelolosan bergantung pada total gol agregat dari kedua pertemuan. PSG akhirnya yang melangkah ke babak final.

Bayern sejatinya tampil kompetitif dan mampu menyamakan kedudukan, namun itu tidak cukup untuk membalikkan keadaan. Kompany percaya jika keputusan wasit lebih adil, skenario yang terjadi bisa jauh berbeda.

Bagi PSG, hasil ini menjadi modal besar. Luis Enrique sebelumnya sudah menegaskan bahwa timnya tampil lebih baik dari Bayern secara keseluruhan di dua leg — dan hasil akhir sepertinya membuktikan klaim tersebut, meski perdebatan soal wasit masih terus bergulir.

Apa yang Salah di Dua Leg Ini?

Kontroversi wasit di laga-laga besar UCL bukan pertama kali terjadi. Namun ketika pelatih sekelas Kompany berani angkat bicara secara terbuka, itu menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang dianggap serius melampaui sekadar kekecewaan emosional pasca-laga.

Bayern kini harus menutup musim tanpa trofi Liga Champions, sementara evaluasi besar menanti tim di akhir musim. Kompany yang baru menjalani musim pertamanya bersama Die Roten tetap menjadi sosok yang disorot — baik dari sisi taktik maupun keberaniannya mengkritik pengadil lapangan.

PSG melaju ke final Liga Champions dan akan membawa serta momentum besar dari semifinal yang dramatis ini. Di sisi lain, polemik seputar kinerja Joao Pinheiro dipastikan masih akan menjadi bahan diskusi panjang di kalangan pecinta sepak bola Eropa.

#Liga Champions #Psg #Bayern Munchen #Semifinal Ucl #Vincent Kompany #Joao Pinheiro