Sassuolo Tundukkan AC Milan 2-0 di Mapei Stadium
AC Milan menelan kekalahan 2-0 dari Sassuolo di Mapei Stadium pada pekan ke-35 Serie A, hasil yang semakin mempersulit perjuangan I Rossoneri mempertahankan posisi empat besar.
AC Milan pulang dengan tangan kosong dari Mapei Stadium setelah takluk 2-0 dari Sassuolo pada pekan ke-35 Serie A, Minggu (3/5/2026). Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi I Rossoneri yang tengah berjuang keras mempertahankan posisi tiga klasemen serta tiket Liga Champions musim depan.
Milan Tak Berdaya di Mapei
Sassuolo tampil mengejutkan dan mendominasi jalannya pertandingan sejak awal. Tuan rumah yang menghuni posisi 10 klasemen tampil tanpa beban dan berhasil mengeksploitasi lini pertahanan Milan yang terlihat tidak terorganisasi dengan baik.
Dua gol tanpa balas membuat Milan tak mampu berbuat banyak. Pasukan tamu gagal mencetak satu gol pun sepanjang 90 menit, melanjutkan tren buruk yang sudah terlihat dalam beberapa pekan terakhir.
Form Mengerikan di Penghujung Musim
Lima laga terakhir Milan merangkum cerita suram: L-D-W-L-L. Dari lima pertandingan, Milan hanya meraih satu kemenangan, sementara tiga kekalahan dan satu hasil imbang menghiasi catatan mereka.
Sebelum kekalahan di Mapei ini, Milan juga gagal menang melawan Juventus dengan hasil 0-0 di San Siro. Dari 35 pertandingan yang telah dijalani, Milan mencatat 19 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 6 kekalahan dengan 48 gol tercipta serta 29 gol kebobolan.
Total 67 poin membuat Milan bertengger di posisi ketiga, namun tekanan dari tim-tim di bawah semakin nyata di saat laga tersisa tinggal tiga pertandingan.
Sassuolo Akhiri Musim dengan Momentum Positif
Bagi Sassuolo, kemenangan ini adalah yang ketiga dari lima laga terakhir mereka (W-D-W-L-W). Tim besutan pelatih yang bermain di kandang sendiri tampil dengan semangat tinggi dan membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang bisa dianggap remeh meski tak lagi memiliki target di papan atas.
Dengan 49 poin dari 35 laga, Sassuolo yang berdiri di posisi 10 sudah mengamankan posisi papan tengah. Kemenangan atas Milan menjadi salah satu hasil terbaik mereka musim ini.
Ancaman Nyata bagi Tiket Liga Champions
Tiga laga tersisa menjadi penentu apakah Milan bisa finis di empat besar dan lolos otomatis ke Liga Champions. Dengan margin poin yang harus dijaga, tidak ada ruang lagi untuk kekalahan.
Konsistensi menjadi masalah utama Milan sepanjang musim. Dari total 35 laga, mereka hanya mencetak rata-rata kurang dari 1,4 gol per pertandingan, angka yang terbilang minim untuk tim yang bersaing di zona empat besar. Di sisi lain, lini pertahanan yang kebobolan 29 gol sebenarnya cukup solid, namun produktivitas di lini depan sering kali menjadi kendala.
Jadwal sisa musim akan menentukan segalanya. Jika Milan gagal mempertahankan posisi tiga, bukan tidak mungkin mereka harus bersaing melalui jalur playoff Liga Champions, skenario yang tentu ingin dihindari manajemen.
Tekanan Berlipat Jelang Akhir Musim
Kekalahan di Mapei Stadium menjadi sinyal bahaya yang tidak bisa diabaikan. Pelatih Milan harus segera menemukan formula tepat agar timnya kembali ke jalur kemenangan sebelum musim berakhir.
Selain persoalan di lapangan, isu transfer juga membayangi. Milan dikabarkan tengah mengincar bek baru dari Atletico Madrid untuk memperkuat skuad musim depan, pertanda bahwa evaluasi besar-besaran sudah mulai dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.
Tiga laga tersisa bukan hanya soal angka di klasemen, tetapi soal harga diri sebuah klub besar yang tidak boleh mengakhiri musim dengan kegagalan meraih target minimum: tiket Liga Champions.