Sundul
Sepak Bola Dunia

Lay's Gandeng Piala Dunia 2026 untuk Kampanye Besar

PepsiCo Indonesia menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai panggung utama promosi merek keripik Lay's di pasar domestik. Strategi ini menyasar jutaan penggemar sepak bola Indonesia yang antusias menyambut turnamen akbar tersebut.

Reza Pratama · 08 Mei 2026, 04:33 · 3 min baca

PepsiCo Indonesia resmi menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai tulang punggung kampanye pemasaran Lay's di Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari strategi global PepsiCo yang memanfaatkan salah satu event olahraga dengan penonton terbesar di dunia untuk mendongkrak penjualan produk camilan andalan mereka.

Piala Dunia sebagai Mesin Pemasaran

Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi ajang pertama dengan format 48 tim. Perluasan peserta ini otomatis memperluas pasar penonton global, termasuk Indonesia yang memiliki basis penggemar sepak bola sangat besar.

PepsiCo melihat peluang ini secara serius. Lay's, sebagai salah satu merek andalan perusahaan, diposisikan sebagai camilan pilihan saat menonton pertandingan. Aktivasi pemasaran dirancang untuk menyentuh momen emosional suporter ketika duduk menyaksikan laga demi laga di layar televisi maupun platform streaming.

Indonesia memang bukan peserta Piala Dunia 2026, namun antusiasme masyarakat terhadap turnamen ini tidak perlu diragukan. Laga-laga dari grup hingga babak final dipastikan ditonton jutaan orang di seluruh nusantara, dan segmen itulah yang dibidik Lay's.

Strategi Aktivasi di Pasar Lokal

PepsiCo Indonesia merancang serangkaian aktivasi yang disesuaikan dengan kebiasaan konsumen lokal. Kampanye ini mencakup promosi di titik penjualan ritel, kemasan edisi khusus bertema Piala Dunia, hingga program digital yang melibatkan komunitas suporter.

Pendekatan berbasis event olahraga bukan hal baru bagi PepsiCo secara global. Namun untuk pasar Indonesia, skala kampanye Piala Dunia 2026 disebut lebih ambisius dibanding edisi-edisi sebelumnya. Ini sejalan dengan tren pertumbuhan konsumsi camilan di Indonesia yang terus meningkat, terutama di segmen anak muda dan keluarga.

Lay's juga memanfaatkan ekosistem digital secara masif. Media sosial menjadi arena utama untuk menjangkau generasi muda yang mengonsumsi konten sepak bola lewat ponsel. Kolaborasi dengan kreator konten dan komunitas suporter lokal menjadi bagian integral dari rencana ini.

Persaingan Ketat di Kategori Camilan

Di pasar camilan Indonesia, persaingan berlangsung sengit. Lay's menghadapi kompetitor dari merek lokal maupun regional yang juga agresif beriklan. Momentum Piala Dunia menjadi diferensiasi penting — tidak semua merek memiliki asosiasi kuat dengan sepak bola global seperti yang dimiliki PepsiCo lewat portofolio sponsorship internasionalnya.

Keputusan PepsiCo untuk mengintegrasikan Lay's dengan Piala Dunia 2026 juga mencerminkan keyakinan perusahaan bahwa investasi pada event olahraga berskala besar memberikan imbal hasil yang terukur. Brand awareness yang terbangun selama satu bulan penuh turnamen berlangsung sulit ditandingi oleh kampanye iklan konvensional.

Potensi Pasar Indonesia yang Besar

Indonesia adalah salah satu pasar berkembang terpenting bagi PepsiCo di Asia Tenggara. Populasi lebih dari 270 juta jiwa, dengan penetrasi internet dan smartphone yang terus meningkat, menjadikan kampanye berbasis digital sangat relevan.

Segmen usia 15-35 tahun — yang merupakan penonton sepak bola paling aktif sekaligus konsumen camilan terbesar — menjadi target utama. Kombinasi antara passion terhadap sepak bola dan kebiasaan ngemil saat menonton adalah proposisi yang secara alami menguntungkan Lay's.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan bergulir pada Juni-Juli 2026. PepsiCo Indonesia dipastikan sudah menyiapkan materi kampanye jauh sebelum peluit pertama ditiup, memastikan Lay's hadir di setiap momen perbincangan seputar turnamen tersebut di Indonesia.

Sepak Bola dan Brand: Hubungan yang Menguntungkan

Piala Dunia memang telah lama menjadi magnet bagi merek-merek konsumen global. Dari minuman bersoda hingga peralatan elektronik, event ini menawarkan visibilitas yang sulit disamai. Bagi Lay's, asosiasi dengan momen nonton bareng dan kegembiraan suporter adalah narasi yang autentik dan mudah diterima konsumen.

Yang membedakan kampanye kali ini adalah skala Piala Dunia 2026 itu sendiri. Dengan 48 tim dan lebih banyak pertandingan dibanding edisi mana pun sebelumnya, durasi dan intensitas eksposur merek otomatis meningkat. PepsiCo Indonesia tampaknya tidak ingin melewatkan peluang emas ini.

#Piala Dunia 2026 #Lays #Pepsico Indonesia #Pemasaran Sepak Bola #Sponsor Piala Dunia #Camilan Indonesia