8 Negara Besar yang Belum Pernah ke Piala Dunia, Ada Indonesia
Indonesia masuk daftar negara dengan populasi besar yang hingga kini belum pernah tampil di Piala Dunia FIFA. Siapa saja 7 negara lainnya?
Indonesia tercatat sebagai salah satu dari delapan negara dengan populasi terbesar di dunia yang hingga saat ini belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di panggung Piala Dunia FIFA. Fakta ini menjadi pengingat sekaligus motivasi — terutama di tengah perjuangan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Indonesia: 278 Juta Jiwa, Nol Penampilan di Piala Dunia
Dengan populasi lebih dari 278 juta jiwa, Indonesia adalah negara keempat terpadat di dunia. Namun di lapangan hijau, mimpi tampil di Piala Dunia belum pernah terwujud hingga hari ini.
Timnas Indonesia memang sedang dalam tren positif di bawah asuhan Shin Tae-yong dan kini Patrick Kluivert. Tapi perjalanan menuju Piala Dunia tetap panjang — Garuda bahkan baru saja diketahui akan menghadapi grup berat di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
PSSI pun realistis. Target jangka menengah yang lebih konkret justru difokuskan ke Timnas U-17 yang diproyeksikan lolos Piala Dunia U-17 2026.
Tujuh Negara Besar Lain yang Senasib
Indonesia tidak sendirian. Ada tujuh negara lain dengan populasi jumbo yang juga belum pernah merasakan Piala Dunia:
1. Pakistan — Populasi sekitar 231 juta jiwa. Sepak bola bukan olahraga dominan di sana, jauh di bawah kriket. Federasi sepak bola Pakistan kerap dilanda persoalan tata kelola internal.
2. Bangladesh — Lebih dari 170 juta penduduk, tapi prestasi sepak bola nasionalnya stagnan di level bawah peringkat FIFA Asia.
3. Ethiopia — Negara dengan populasi terbesar kedua di Afrika ini memiliki sejarah panjang di sepak bola benua hitam, namun belum pernah lolos ke putaran final Piala Dunia.
4. Filipina — Tetangga terdekat Indonesia di ASEAN ini juga masuk daftar. Meski perkembangan sepak bola Filipina meningkat dalam satu dekade terakhir, Piala Dunia masih jauh dari jangkauan.
5. Kongo (RDK) — Republik Demokratik Kongo punya populasi lebih dari 100 juta jiwa. Pernah tampil di Piala Dunia atas nama Zaire pada 1974, namun sejak berubah nama tak pernah kembali ke turnamen akbar tersebut.
6. Tanzania — Negara Afrika Timur ini belum pernah lolos ke Piala Dunia meski beberapa kali bersaing di babak kualifikasi Afrika.
7. Kenya — Sama seperti Tanzania, Kenya adalah kekuatan sepak bola regional Afrika Timur yang belum pernah menembus putaran final Piala Dunia.
Mengapa Negara Besar Bisa Absen dari Piala Dunia?
Populasi besar tidak otomatis berbanding lurus dengan kualitas sepak bola. Ada beberapa faktor yang kerap menjadi hambatan:
Pertama, persaingan olahraga domestik. Di Pakistan dan Bangladesh, kriket mendominasi perhatian publik dan alokasi anggaran olahraga nasional. Sepak bola harus berjuang keras untuk mendapat tempat.
Kedua, infrastruktur yang belum merata. Lapangan berstandar, akademi berjenjang, dan kompetisi usia muda yang terstruktur adalah fondasi yang masih dibenahi banyak negara berkembang — termasuk Indonesia.
Ketiga, tata kelola federasi. Kasus RDK dan beberapa negara Afrika menunjukkan bahwa instabilitas di tubuh federasi sepak bola langsung berdampak pada performa timnas.
Indonesia: Peluang Nyata atau Mimpi Panjang?
Di antara delapan nama dalam daftar ini, Indonesia boleh dibilang sedang paling dekat dengan impian Piala Dunia. Naturalisasi pemain diaspora, peningkatan peringkat FIFA yang signifikan dalam dua tahun terakhir, serta investasi PSSI di kompetisi usia muda menjadi sinyal positif.
Piala Dunia 2026 yang diperluas menjadi 48 tim membuka peluang lebih lebar bagi Asia — dari sebelumnya 4,5 slot menjadi 8,5 slot. Secara matematis, pintu semakin terbuka.
Namun kenyataan di lapangan berbicara lain. Penempatan Indonesia di grup berat Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 menegaskan bahwa jalan masih berliku. Garuda harus membuktikan bahwa tren positif bukan sekadar euforia sesaat.
Kalau bukan 2026, target berikutnya sudah jelas: Piala Dunia 2030. Indonesia punya waktu dan momentum. Yang dibutuhkan adalah konsistensi — di luar lapangan maupun di atasnya.