Sundul
Liga Indonesia

GRIB Bantah Jadi Biang Batal Persija Vs Persib di SUGBK

GRIB Jaya membantah tudingan bahwa organisasi mereka menjadi penyebab batalnya laga Persija vs Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Laga big match itu akhirnya dipindah ke Samarinda.

Reza Pratama · 08 Mei 2026, 11:00 · 3 min baca

GRIB Jaya resmi membantah tudingan bahwa organisasi kemasyarakatan itu menjadi dalang batalnya laga Persija Jakarta versus Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Partai paling panas di BRI Liga 1 musim ini akhirnya harus berpindah venue ke Samarinda, jauh dari Jakarta dan Bandung.

Bantahan Tegas dari GRIB

Pihak GRIB menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengajukan keberatan formal maupun melakukan tekanan yang menyebabkan pertandingan gagal digelar di SUGBK. Organisasi ini merasa nama mereka diseret tanpa dasar yang jelas ke dalam polemik perpindahan venue laga bergengsi tersebut.

Pembatalan penggunaan SUGBK untuk laga Persija vs Persib memang memantik tanda tanya besar. Jakarta adalah kandang Persija, dan SUGBK secara historis menjadi rumah Macan Kemayoran dalam laga-laga besar. Ketika venue tiba-tiba berubah, spekulasi soal siapa yang bertanggung jawab langsung bermunculan.

Laga Pindah ke Samarinda, Calonego Kaget

Keputusan memindahkan laga ke Samarinda mengejutkan banyak pihak, termasuk pelatih Persija, Carlos Calonego. Ia mengaku tidak menduga venue bergeser sejauh itu dari Jakarta. Ribuan bobotoh Persib di sisi lain justru sudah memadati kawasan Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjelang laga, menunjukkan betapa besarnya antusias suporter kedua kubu.

Perpindahan ke Samarinda praktis mempersulit mobilisasi suporter dari dua kota besar itu. Laga yang seharusnya menjadi festival sepak bola di ibukota berubah menjadi pertandingan di kota yang netral secara geografis.

Persija di Posisi Tiga, Tekanan Tetap Tinggi

Terlepas dari polemik venue, Persija datang ke laga ini dalam kondisi yang cukup impresif. Macan Kemayoran saat ini bertengger di posisi ketiga klasemen BRI Liga 1 dengan 65 poin dari 31 pertandingan — mencatat 20 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 6 kekalahan. Catatan gol mereka pun mengesankan: 58 gol tercipta dan hanya 26 gol yang bersarang ke gawang sendiri.

Lima laga terakhir Persija menunjukkan konsistensi tinggi dengan torehan WWDWW. Namun menjelang laga melawan Persib, Persija mendapat peringatan keras agar tidak mengulangi kesalahan yang pernah merugikan mereka di pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Peringatan untuk Persija Jelang Derbi

Peringatan itu datang terkait disiplin dan konsentrasi Persija saat menghadapi rival bebuyutan mereka. Laga kontra Persib selalu memiliki intensitas berbeda dibanding pertandingan Liga 1 pada umumnya — tekanan psikologis, euforia suporter, hingga gengsi kesejarahan dua klub terbesar Indonesia kerap membuat pemain tergesa-gesa dalam pengambilan keputusan di atas lapangan.

Dengan posisi klasemen yang masih dalam persaingan ketat di papan atas, Persija tidak bisa mengizinkan diri mereka kehilangan poin dari Persib. Setiap angka kini krusial di fase akhir musim.

Polemik Venue Belum Selesai

Bantahan GRIB tidak serta-merta menutup pertanyaan soal siapa atau apa yang sebenarnya melatarbelakangi batalnya SUGBK sebagai venue. Pengelola stadion, otoritas keamanan, maupun federasi belum secara terbuka menunjuk satu faktor tunggal yang menjadi penyebab.

Yang pasti, keputusan itu menimbulkan kerugian bagi banyak pihak: suporter yang sudah memesan tiket, pelaku usaha di sekitar SUGBK, hingga citra penyelenggaraan liga secara keseluruhan. Perpindahan mendadak ke Samarinda menjadi catatan minor di tengah musim Liga 1 yang seharusnya semakin mendekat ke klimaks.

Laga Persija vs Persib tetap akan berlangsung, hanya saja tanpa dentuman suara Jakmania yang memadati tribun SUGBK seperti yang sudah dibayangkan jutaan penggemar sepak bola Indonesia.

#Bri Liga 1 #Persib #Persija #Liga Indonesia #Sugbk #Grib