Yordania Bersejarah: Lolos Piala Dunia Pertama Setelah Tundukkan Iraq
Yordania lolos Piala Dunia perdana dalam sejarah setelah mengamankan posisi dua AFC Grup B di babak ketiga, Juni 2025. Pelatih Hussein Ammouta memimpin generasi emas baru.
Amman riuh. Stadion Internasional Amman dipenuhi 30 ribu suporter ketika peluit panjang berbunyi pada Kamis malam, 5 Juni 2025. Yordania mengalahkan Iraq 1-0 di pertandingan AFC Grup B Round 3, mengamankan posisi runner-up dan tiket otomatis ke Piala Dunia 2026.
Bagi negara berpopulasi 11 juta jiwa di kawasan tegang Timur Tengah ini, momen tersebut jadi puncak dua dekade pembangunan sepak bola. Yordania belum pernah lolos Piala Dunia dalam sejarah federasinya yang berdiri 1949. Edisi 2026 jadi yang pertama.
Hussein Ammouta, Arsitek Sejarah
Hussein Ammouta, pelatih asal Maroko berusia 54 tahun, mengambil alih kursi pelatih kepala Yordania pada 2023. Sebelumnya, dia membawa Wydad Casablanca menjuarai Liga Champions Afrika 2022. Pengalaman menangani tim Afrika dengan taktik kompak dan pertahanan disiplin terbukti cocok untuk skuad Yordania.
Filosofi Ammouta mengandalkan blok pertahanan kompak di setengah lapangan sendiri, transisi cepat lewat sayap, dan eksekusi bola mati yang akurat. Yordania mencatat enam clean sheet di sepuluh pertandingan grup, statistik defensif terbaik di Round 3 AFC. Penjaga gawang Yazeed Abulaila, mantan kiper Al-Faisaly, jadi pahlawan beberapa kali dengan tepisan-tepisan kunci.
Mousa Al-Tamari, Bintang Andalan
Mousa Al-Tamari, gelandang serang berusia 28 tahun yang main di Montpellier (Ligue 1 Prancis), jadi tumpuan serangan Yordania. Tujuh gol di sepuluh pertandingan grup, termasuk gol kemenangan atas Iraq di Amman, membuatnya salah satu top skor Round 3 AFC.
Al-Tamari memulai karier di Liga Yordania sebelum hijrah ke Liga Belgia dan Liga Prancis. Pengalaman Eropa membuat permainannya lebih matang. Yousef Hattab, gelandang muda berusia 22 tahun yang baru pindah ke Eropa Tengah, jadi pendamping kunci di lini tengah. Generasi pemain muda Yordania ini, banyak di antaranya berlatih di klub Liga Saudi atau Mesir, memberi semangat baru tim nasional.
Grup J Bersama Argentina
Final Draw 5 Desember 2025 menempatkan Yordania di Grup J bersama Argentina, Algeria, dan Austria. Persaingan keras: Argentina juara bertahan dengan Lionel Messi yang kemungkinan tampil di edisi terakhir, Algeria juara Piala Afrika 2019 yang punya tradisi mengejutkan tim besar, dan Austria klub menengah Eropa dengan pelatih Ralf Rangnick.
Ammouta tetap optimis. Dia menyebut Yordania siap "main bola, bukan main minder." Pendekatan tidak emosional ini disambut media lokal sebagai sinyal bahwa generasi baru sepak bola Yordania sudah profesional dan siap bersaing. Tiket pertandingan Yordania di Amerika Utara diperkirakan jadi rebutan diaspora Yordania yang besar di Detroit, Los Angeles, dan Toronto.
Federasi Sepak Bola Yordania (JFA) sudah merencanakan training camp di Eropa pada Mei 2026, menjelang Piala Dunia. Tujuannya membiasakan pemain dengan zona waktu, intensitas latihan tinggi, dan beberapa laga uji coba melawan tim peringkat menengah Eropa. Persiapan profesional ini merupakan investasi besar untuk debut historis.