Sundul
Liga Indonesia

Persib Buka Nobar di GBLA, Bobotoh Tetap Bisa Saksikan Derby Lawan Persija

Kebijakan larangan away supporter membuat Bobotoh tak bisa hadir langsung ke kandang Persija. Persib pun menyiapkan fasilitas nonton bareng di Stadion GBLA.

Fajar Hidayat · 08 Mei 2026, 16:20 · 3 min baca

Persib Bandung mengambil langkah konkret menyusul kebijakan larangan away supporter yang berlaku di BRI Liga 1. Manajemen Maung Bandung menyiapkan fasilitas nonton bareng (nobar) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) agar Bobotoh tetap bisa menyaksikan laga derby panas melawan Persija Jakarta.

Nobar Resmi di GBLA sebagai Solusi

Dengan larangan away supporter yang diberlakukan secara resmi, Bobotoh tidak diizinkan hadir langsung di kandang Persija. Persib merespons cepat: stadion GBLA dibuka sebagai venue nobar resmi, sehingga ribuan Bobotoh tetap bisa menikmati atmosfer derby bersama-sama.

Langkah ini sekaligus menjadi cara manajemen Persib menjaga semangat suporter tetap tersalurkan tanpa memicu gesekan di lapangan. Laga antara Persija dan Persib adalah salah satu fixture paling bermuatan emosional di sepak bola Indonesia, dan kehadiran massa di satu titik yang terpusat dianggap lebih aman dan terorganisir.

Ribuan Bobotoh sudah dilaporkan memadati area GBLA menjelang kickoff, menjadi sinyal bahwa antusias pendukung Persib tidak surut meski harus menonton dari Bandung.

Petinggi Persib Minta Wasit Asing

Di luar urusan suporter, manajemen Persib juga menyuarakan harapan soal pengawalan laga ini. Petinggi Persib secara terbuka berharap pertandingan melawan Persija dipimpin oleh wasit asing.

Permintaan ini bukan tanpa alasan. Laga bertajuk El Clasico Indonesia ini kerap menjadi sorotan karena intensitas tinggi di dalam dan luar lapangan. Hadirnya wasit asing dianggap bisa meminimalkan kontroversi dan memastikan jalannya pertandingan lebih kredibel di mata kedua kubu.

Keputusan soal penunjukan wasit ada di tangan operator liga, namun pernyataan terbuka dari petinggi Persib cukup mencerminkan betapa krusialnya laga ini bagi Maung Bandung.

Laga Dipindah ke Samarinda, Kejutan bagi Calonego

Satu hal yang sempat mengejutkan publik sepak bola adalah keputusan memindahkan venue laga Persija vs Persib ke Samarinda. Pelatih Persija, Carlos Calonego, mengaku kaget dengan perpindahan ini.

Pertandingan yang sejatinya digelar di kandang Persija harus berpindah lokasi karena sejumlah pertimbangan keamanan dan logistik. Samarinda, jauh dari basis suporter kedua tim, dipilih sebagai solusi netral. Ini merupakan gambaran nyata betapa rumitnya pengelolaan laga berskala tinggi di Liga Indonesia.

Konteks Klasemen: Persija di Posisi Tiga

Secara performa, Persija datang ke laga ini dalam kondisi prima. Macan Kemayoran saat ini bertengger di posisi 3 klasemen BRI Liga 1 dengan 65 poin dari 31 pertandingan. Catatan mereka: 20 menang, 5 imbang, dan 6 kalah dengan selisih gol positif 58-26.

Form lima laga terakhir Persija pun sangat meyakinkan: WWDWW, menunjukkan konsistensi tim asuhan Calonego yang sedang dalam jalur terbaik mereka musim ini.

Angka-angka itu menjadikan Persija sebagai tim yang tidak bisa diremehkan, bahkan oleh Persib sekalipun. Derby kali ini bukan sekadar perebutan gengsi, tapi juga berpotensi mempengaruhi peta persaingan di papan atas klasemen.

Derby Paling Dinanti Musim Ini

Persija vs Persib selalu menghadirkan cerita tersendiri, setiap musimnya. Venue yang berpindah, suporter yang dilarang hadir langsung, permintaan wasit asing, hingga ribuan Bobotoh yang tetap berkumpul di GBLA — semua itu mempertegas bahwa laga ini jauh melampaui 90 menit di atas lapangan.

Persib membuktikan bahwa meski kondisi tidak ideal, mereka tetap berupaya memfasilitasi suporternya dengan cara yang aman dan terorganisir. Sementara Bobotoh membuktikan hal yang sama: loyalitas tidak butuh tiket untuk bertahan.

#Persib Bandung #Bri Liga 1 #Persija Jakarta #Bobotoh #Derby Indonesia #Gbla