Sundul
Liga Indonesia

Borneo FC Harap Laga Persija vs Persib di Samarinda Berlangsung Aman

Borneo FC menyambut laga Persija vs Persib yang dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda, dengan harapan besar: pertandingan berjalan aman dan membawa dampak positif bagi kota.

Naila Sari · 08 Mei 2026, 16:54 · 3 min baca

Laga bertajuk El Clasico Indonesia antara Persija Jakarta dan Persib Bandung resmi dipindahkan ke Stadion Segiri, Samarinda — kandang Borneo FC. Manajemen tuan rumah pun angkat bicara, menegaskan harapan agar pertandingan berjalan tertib dan meninggalkan kesan positif bagi Kalimantan Timur.

Manajemen Borneo FC: Jangan Sampai Stadion Dirusak

Manajer Borneo FC secara khusus mengirimkan pesan kepada Jakmania — pendukung Persija — yang diperkirakan akan hadir dalam jumlah besar di Segiri. Pesannya tegas: jaga fasilitas stadion, jangan sampai ada kerusakan.

Bagi Borneo FC, Stadion Segiri bukan sekadar venue sewaan. Itu adalah markas kebanggaan mereka. Kerusakan sekecil apa pun akan menjadi kerugian nyata bagi klub dan warga Samarinda.

Manajemen juga berharap kehadiran dua basis suporter besar dari Pulau Jawa ini justru menjadi momentum promosi sepak bola di Kalimantan Timur, bukan sebaliknya.

Koldo Obieta Tak Ambil Pusing

Di sisi lain, pelatih kepala Borneo FC, Koldo Obieta, memilih sikap yang berbeda. Pelatih asal Spanyol itu mengaku tidak terlalu memperhatikan jalannya laga Persija vs Persib.

Fokusnya saat ini hanya satu: membawa Borneo FC merebut gelar juara BRI Liga 1 musim ini. Persija sendiri saat ini berada di posisi ketiga klasemen dengan 65 poin dari 31 laga, mencatatkan rekor 20 menang, 5 imbang, dan 6 kalah, serta sedang dalam tren apik dengan lima laga terakhir tanpa kekalahan (WWDWW).

Dengan persaingan titel yang masih terbuka, Obieta paham bahwa mengalihkan perhatian ke laga tim lain hanya akan membuang energi. Borneo FC harus tetap di jalurnya sendiri.

Mengapa Laga Dipindah ke Samarinda?

Pemindahan venue laga Persija vs Persib ke Stadion Segiri mengejutkan banyak pihak, termasuk beberapa orang di internal Persija sendiri. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan keamanan dan netralitas venue.

Samarinda dipilih sebagai lokasi yang dianggap relatif netral dari pengaruh kedua suporter besar tersebut. Stadion Segiri memiliki kapasitas yang memadai dan infrastruktur yang cukup layak untuk menampung laga sekelas ini.

Sebelumnya, Stadion GBLA di Bandung sempat ramai dipadati ribuan Bobotoh yang antusias menyambut pertandingan. Namun keputusan pindah venue tetap dijalankan demi menjaga kondusivitas pertandingan.

Dampak Positif yang Diharapkan

Borneo FC berharap kehadiran dua tim raksasa Liga 1 di Samarinda bisa menjadi tontonan berkualitas bagi warga lokal. Antusiasme masyarakat Kalimantan Timur terhadap sepak bola nasional cukup tinggi, dan laga sekelas El Clasico Indonesia jarang singgah ke luar Jawa.

Jika berjalan lancar, ini bisa menjadi preseden baik: bahwa pertandingan berisiko tinggi bisa tetap digelar dengan tertib di kota-kota luar Pulau Jawa. Reputasi Samarinda sebagai kota tuan rumah yang profesional pun bisa terdongkrak.

Borneo FC sebagai peminjam kandang punya kepentingan langsung. Citra positif Stadion Segiri sebagai venue yang aman dan kondusif akan menguntungkan mereka dalam jangka panjang, termasuk untuk keperluan kompetisi Asia di masa depan.

Persija Tetap Bidik Posisi Puncak

Terlepas dari drama pemindahan venue, Persija tetap punya misi besar dalam laga ini. Dengan 65 poin di posisi ketiga, Macan Kemayoran masih memiliki peluang nyata untuk menyodok ke posisi lebih tinggi di akhir musim.

Lima laga tanpa kekalahan menjadi modal kepercayaan diri besar bagi Carlos Pena dan skuadnya. Kemenangan atas Persib di Samarinda bukan hanya soal gengsi — ini soal poin yang bisa menentukan nasib mereka di papan atas klasemen BRI Liga 1.

Sementara Borneo FC mengawasi dari kejauhan, Samarinda bersiap menjadi panggung El Clasico Indonesia. Semua mata tertuju ke Stadion Segiri.

#Bri Liga 1 #Persib #Persija #Borneo Fc #El Clasico Indonesia #Stadion Segiri