Mateta Akui Sakit Hati Gagal Pindah ke AC Milan
Jean-Philippe Mateta mengungkapkan rasa kecewanya setelah transfer ke AC Milan gagal terwujud, namun Rossoneri disebut masih memantau striker Crystal Palace itu.
Jean-Philippe Mateta mengakui secara terbuka bahwa kegagalan kepindahannya ke AC Milan terasa menyakitkan. Striker Crystal Palace berkebangsaan Prancis itu mengonfirmasi bahwa ada momen di mana transfer ke San Siro hampir terjadi, namun akhirnya kandas. Yang membuat situasi ini tetap menarik: Milan belum benar-benar menyerah.
Pengakuan Pahit dari Mateta
Mateta, lahir 28 Juni 1997, tidak menyembunyikan perasaannya soal transfer yang urung terlaksana itu. Bagi striker berusia 27 tahun ini, kesempatan bergabung dengan salah satu klub paling ikonik di Italia adalah mimpi nyata yang kemudian sirna begitu saja.
Pemain timnas Prancis itu menyebut situasi tersebut sebagai sesuatu yang "menyakitkan". Pernyataan langsung seperti ini jarang keluar dari mulut seorang pemain — dan itu mencerminkan betapa seriusnya Mateta menginginkan langkah besar dalam kariernya.
Saat ini ia masih terikat kontrak dengan Crystal Palace, klub yang menempati posisi 10 di Premier League musim ini dengan torehan 10 poin dari 6 laga awal — catatan cukup solid dengan tiga kemenangan dari enam pertandingan.
Milan Masih Pantau, Kebutuhan Nyata di Lini Depan
AC Milan, yang saat ini duduk di posisi tiga klasemen Serie A dengan 67 poin dari 35 pertandingan, belum menutup peluang mendatangkan Mateta. Rossoneri mencetak 48 gol dan kebobolan 29 sepanjang musim, menempatkan mereka di barisan kandidat kuat meski lima laga terakhir berbunyi LDWLL — tren yang mengkhawatirkan menjelang akhir musim.
Dengan form yang naik-turun itu, kebutuhan akan striker tajam dan konsisten menjadi prioritas nyata di jendela transfer musim panas. Mateta masuk profil yang dicari: fisik kuat, tajam di kotak penalti, dan sudah membuktikan diri di level Premier League.
Di Crystal Palace, Mateta bukan pemain pelapis — ia adalah tumpuan serangan. Itulah yang membuat negosiasi tidak mudah. Palace tentu tak akan melepas penyerang utama mereka tanpa harga yang sepadan.
Profil yang Cocok untuk Kebutuhan Milan
Mateta bukan nama baru di radar klub-klub besar Eropa. Performanya bersama Crystal Palace, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan kemampuan udara, menjadikannya salah satu striker Premier League yang paling diperhitungkan dalam dua musim terakhir.
Untuk AC Milan yang sedang membangun ulang kekuatan serangan, striker dengan karakteristik fisik dan teknis seperti Mateta bisa menjadi solusi jangka menengah yang efisien. Usianya yang masih 27 tahun juga masuk dalam rentang ideal pembelian untuk investasi jangka panjang.
Satu hal yang jelas: motivasi dari sisi pemain sudah tidak perlu dipertanyakan. Mateta sudah bersuara langsung soal keinginannya. Bola kini ada di tangan kedua klub.
Jendela Panas Menanti
Transfer musim panas menjanjikan drama tersendiri untuk Mateta dan Milan. Dengan Rossoneri yang perlu memperkuat skuad demi bersaing lebih serius di Serie A maupun Eropa, nama striker Crystal Palace itu dipastikan kembali muncul di meja negosiasi.
Apakah kali ini deal akan terselesaikan, atau kekecewaan serupa akan terulang — itu yang akan menentukan arah karier Mateta berikutnya. Yang pasti, pengakuan pahit sang pemain menjadi sinyal kuat bahwa ia siap bilamana peluang itu datang kembali.