Sundul
Liga Inggris

Kane Jagokan PSG, Bukan Arsenal, di Final UCL

Harry Kane memilih PSG sebagai favorit juara Liga Champions, mengabaikan Arsenal yang kini duduk di puncak klasemen Premier League dengan rekor sempurna.

Reza Pratama · 08 Mei 2026, 17:17 · 3 min baca

Harry Kane memilih PSG sebagai tim yang ia jagokan untuk mengangkat trofi Liga Champions, bukan Arsenal — mantan rival sekotanya di London Utara. Pernyataan itu langsung memantik respons luas, mengingat final di Budapest mempertemukan dua raksasa yang punya cerita berbeda musim ini.

DNA Spurs yang Tak Bisa Disembunyikan

Kane memang kini berseragam Bayern München, tapi akarnya tetap Tottenham Hotspur. Selama satu dekade lebih di Spurs, ia tahu betul apa artinya melihat Arsenal meraih sesuatu yang besar. Bagi sebagian besar pendukung Spurs, itu skenario terburuk yang bisa dibayangkan.

Pilihan Kane untuk menjagokan PSG bukan sekadar analisis taktis. Ada sisi emosional di sana yang sulit dilepaskan dari identitasnya sebagai legenda Spurs — meski ia sendiri sudah lama angkat kaki dari London.

Arsenal Tampil Nyaris Sempurna Musim Ini

Dari sisi performa, pilihan Kane sedikit mengejutkan. Arsenal saat ini memimpin klasemen Premier League di posisi pertama dengan catatan delapan menang dari delapan laga — poin sempurna 24, mencetak 23 gol dengan hanya kemasukan 4. Forma mereka: WWWWW.

Di Liga Champions, The Gunners sudah menyingkirkan Atlético Madrid dalam perjalanan menuju final Budapest. Mikel Arteta membangun tim yang tidak hanya solid secara defensif, tapi juga punya kapasitas menyerang yang konsisten sepanjang musim.

Namun bagi Kane, angka-angka itu rupanya belum cukup meyakinkan untuk mengalahkan loyalitas emosionalnya.

PSG: Ancaman Nyata atau Sekadar Pilihan Sentimen?

PSG bukan underdog di final ini. Mereka melaju ke Budapest dengan performa yang juga tidak bisa diremehkan. Luis Enrique membangun tim yang lebih kolektif dibanding era Mbappe, dengan tekanan tinggi dan transisi cepat sebagai senjata utama.

Final Liga Champions memang selalu menjadi panggung di mana reputasi dan statistik musim reguler bisa runtuh dalam 90 menit. PSG punya pengalaman di panggung besar — meski trofi utama Eropa masih belum pernah mereka raih.

Di situlah menariknya pilihan Kane: ia menjagokan tim yang justru belum pernah juara Liga Champions, ketimbang tim yang sedang dalam performa terbaik sepanjang musim.

Bukan Kane Seorang yang Meragukan Arsenal

Pandangan Kane sebenarnya bukan yang pertama menempatkan Arsenal sebagai bukan favorit mutlak. Gary Neville sebelumnya juga menyebut Arsenal lebih mudah juara Liga Inggris daripada Liga Champions — kompetisi Eropa punya dinamika berbeda yang tak selalu berpihak pada tim terbaik di liga domestik.

Arsenal sendiri kini berhadapan dengan ekspektasi ganda: mempertahankan puncak klasemen Premier League sekaligus fokus mempersiapkan diri untuk final Budapest. Tekanan itu nyata, dan bukan tidak mungkin memengaruhi konsentrasi skuad Arteta.

Budapest Jadi Panggung Pembuktian

Final di Budapest akan menjadi momen paling menentukan bagi Arsenal dalam sejarah modern mereka. Trofi Liga Champions adalah satu-satunya gelar besar yang belum pernah mereka sentuh.

Jika Arsenal berhasil mengalahkan PSG dan mengangkat trofi di Budapest, itu bukan hanya kemenangan bagi Arteta dan skuadnya — tapi juga tamparan telak bagi siapapun yang meragukan mereka, termasuk Kane.

Sebaliknya, jika PSG yang menang, Kane setidaknya bisa mengklaim penilaiannya tepat. Meski alasannya mungkin lebih soal sentimen daripada analisis murni.

#Premier League #Arsenal #Liga Champions #Harry Kane #Psg #Final Budapest