Pavard Terancam Disingkirkan Inter Usai Ditolak Marseille
Benjamin Pavard kian terjepit di Inter Milan setelah Marseille dilaporkan menolak opsi transfer bek asal Prancis itu. Masa depan Pavard di San Siro kini semakin tidak pasti.
Benjamin Pavard berada di persimpangan karier. Bek internasional Prancis itu kini menghadapi ancaman nyata terdepak dari skuad Inter Milan setelah Marseille menutup pintu untuk opsi transfernya di bursa musim panas ini.
Marseille Tolak Pavard
Marseille menjadi salah satu kandidat yang sempat disebut-sebut sebagai tujuan potensial bagi Pavard. Namun klub Ligue 1 itu memilih tidak melanjutkan ketertarikan tersebut.
Penolakan dari Marseille semakin mempersempit pilihan Pavard. Tanpa ada klub besar yang antri, posisi pemain berusia 28 tahun itu di Inter kian goyah. Manajemen Nerazzurri dikabarkan sudah bersiap membuka ruang di skuad untuk wajah-wajah baru musim depan.
Situasi Marseille sendiri sedang tidak ideal untuk mendatangkan pemain mahal. Di kompetisi domestik, Les Phocéens menempati posisi ke-25 klasemen Ligue 1 dengan hanya 9 poin dari 8 laga — catatan yang jauh dari memuaskan.
Posisi Pavard di Inter Makin Genting
Pavard bergabung dengan Inter dari Bayern Munich pada musim panas 2023. Ia tampil solid di musim perdananya, tetapi persaingan di lini belakang Inter tidak pernah longgar.
Inter dikenal disiplin dalam manajemen skuad. Pemain yang tidak masuk rencana taktis Simone Inzaghi biasanya didorong keluar pada jendela transfer berikutnya. Pavard tampaknya masuk dalam kategori tersebut untuk musim 2025/26.
Tanpa pasar yang jelas, Inter berisiko harus mempertahankan pemain yang tidak diinginkan — atau menjualnya dengan harga di bawah ekspektasi demi membersihkan daftar gaji.
Opsi Lain Masih Terbatas
Sejauh ini belum ada klub lain yang secara konkret mengajukan tawaran resmi untuk Pavard. Pasar bek tengah dan bek kanan di Eropa musim ini cukup ramai, yang membuat posisi tawar Pavard tidak sekuat sebelumnya.
Usianya yang menginjak akhir dua puluhan seharusnya masih menarik bagi klub-klub kelas menengah atas Eropa. Namun ekspektasi gaji dan biaya transfer yang melekat pada namanya bisa menjadi penghalang.
Premier League sempat disebut sebagai salah satu destinasi yang mungkin, tetapi hingga kini belum ada sinyal konkret dari klub Inggris mana pun yang serius mengejar tanda tangannya.
Inter Fokus Perombakan Skuad
Di sisi lain, Inter Milan tengah menyusun ulang komposisi skuad menjelang musim baru. Klub dari kota Milan itu ingin memastikan setiap pos terisi pemain yang benar-benar masuk dalam hierarki Inzaghi.
Nasib Pavard bukan satu-satunya yang menggantung. Inter juga dikabarkan pesimistis dalam perburuan Nico Paz, menandakan bahwa aktivitas transfer mereka musim ini tidak berjalan mulus di semua lini.
Bagi Inter, menjual Pavard bukan hanya soal melepas pemain surplus — ini juga bagian dari strategi finansial agar punya ruang untuk mendatangkan rekrutan prioritas.
Waktu Terus Berjalan
Jendela transfer musim panas semakin dekat. Semakin lama Pavard tanpa klub tujuan yang jelas, semakin besar tekanan yang akan dirasakan kedua belah pihak.
Inter tidak ingin membuang waktu dengan pemain yang tidak punya tempat dalam rencana mereka. Pavard, di sisi lain, butuh kepastian agar tidak kehilangan satu musim penuh hanya karena kebuntuan negosiasi.
Jika tidak ada tawaran yang masuk dalam beberapa pekan ke depan, Inter bisa saja memaksa penjualan dengan menerima nilai transfer yang lebih rendah — atau sebaliknya, Pavard terpaksa bertahan namun dengan status pinggiran yang tidak menguntungkan karier internasionalnya.