Sundul
Liga Inggris

Khadija Shaw Bersinar di Chelsea, Man City Menyesal?

Khadija Shaw terus mencetak gol untuk Chelsea Women dan semakin mendekati rekor pencetak gol terbanyak WSL. Man City kini dituding membuat kesalahan fatal dengan melepasnya.

Bayu Aditya · 08 Mei 2026, 18:49 · 3 min baca

Khadija "Bunny" Shaw tidak butuh waktu lama untuk membuktikan dirinya setelah meninggalkan Manchester City. Striker internasional Jamaika itu terus mengisi papan skor untuk Chelsea Women di Women's Super League (WSL), dan namanya kini semakin dekat dengan posisi pencetak gol terbanyak sepanjang masa kompetisi tersebut.

Kepergian yang Kini Terasa Mahal

Ketika Shaw resmi hengkang dari Manchester City menuju Chelsea, banyak pihak mempertanyakan keputusan City melepasnya. Kini pertanyaan itu berubah menjadi kritik keras.

Shaw adalah salah satu penyerang paling produktif di WSL dalam beberapa musim terakhir. Ia dikenal dengan finishing klinis, kemampuan duel udara, dan kecepatan yang sulit dijinakkan bek-bek lawan. Melepasnya tanpa perlawanan berarti memberikan senjata berbahaya langsung ke tangan rival sekota — dalam hal ini, Chelsea.

Bagi City, kehilangan Shaw bukan sekadar kehilangan satu pemain. Ini soal kehilangan mesin gol yang setiap musimnya hampir pasti tembus dua digit torehan.

Shaw Semakin Dekat Rekor WSL

Di bawah asuhan Chelsea, Shaw tidak berhenti mencetak gol. Torehannya di WSL musim ini terus bertambah, dan ia kini masuk dalam percakapan serius soal gelar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah liga perempuan Inggris tersebut.

Catatan golnya bukan hanya soal kuantitas. Banyak dari golnya hadir di momen-momen krusial — penyelesaian akhir dalam duel satu lawan satu, sundulan dari umpan silang, hingga tendangan jauh yang tak terduga. Shaw bukan striker yang hanya mengandalkan satu tipe gol.

Chelsea Women sendiri tengah berada dalam performa solid. Di sisi Premier League pria, Chelsea duduk di posisi keenam klasemen dengan 16 poin dari 8 laga — 5 menang, 1 imbang, 2 kalah. Iklim kompetitif di seluruh lini klub Stamford Bridge tampaknya memberikan energi positif juga bagi skuad perempuan mereka.

Chelsea Diuntungkan, City Kelabakan

Ironi terbesar bagi Manchester City adalah Shaw kini menjadi simbol kejayaan rival mereka. Chelsea mendapatkan striker kelas dunia yang sudah teruji di WSL, sementara City harus mencari pengganti yang belum tentu sepadan.

Selisih produktivitas antara Shaw sebelum dan sesudah kepindahan hampir tidak ada. Ia tidak butuh masa adaptasi panjang. Sejak hari pertama di Chelsea, Shaw langsung menunjukkan mengapa ia dibutuhkan — dan mengapa City seharusnya mempertahankannya.

Frasa "Pay Bunny!" yang ramai beredar di media sosial bukan lelucon biasa. Ini sindiran pedas bahwa City seharusnya lebih serius dalam negosiasi kontrak Shaw sebelum kehilangan dirinya secara gratis atau dengan harga murah.

Dampak Shaw bagi Chelsea Women

Kehadiran Shaw mengubah cara Chelsea bermain di lini depan. Ada kepastian gol yang hadir setiap pertandingan. Rekan-rekannya di lini tengah pun lebih percaya diri karena tahu ada finisher andal di ujung tombak.

Dalam konteks persaingan WSL, Chelsea dengan Shaw adalah proposisi yang sangat berbeda dibandingkan Chelsea tanpa Shaw. Ia bukan hanya pencetak gol — ia adalah referensi serangan, titik tumpu build-up, dan ancaman konstan bagi setiap bek yang berhadapan dengannya.

Jika Shaw berhasil melampaui rekor pencetak gol terbanyak WSL musim ini atau musim depan, namanya akan terukir permanen dalam sejarah sepak bola wanita Inggris. Dan di setiap sebutan nama itu, akan selalu ada catatan kaki: ia adalah pemain yang dibiarkan pergi oleh Manchester City.

Pelajaran Pahit untuk Klub-Klub WSL

Kasus Shaw seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh klub WSL — dan lebih luas lagi, seluruh klub sepak bola wanita — bahwa mempertahankan pemain bintang sama pentingnya dengan merekrut pemain baru.

Gaji yang kompetitif, proyek jangka panjang yang meyakinkan, dan rasa dihargai adalah faktor utama mengapa pemain bintang mau bertahan. Ketika salah satu elemen itu hilang, klub rival siap menyodorkan kontrak yang lebih menarik.

City belajar hal itu dengan cara paling menyakitkan: menyaksikan mantan pemain mereka mendekati rekor bersejarah WSL dengan seragam tim lain.

#Manchester City #Wsl #Womens Super League #Sepak Bola Wanita #Chelsea Women #Khadija Shaw