Shakira Rilis "Dai Dai", Anthem Piala Dunia 2026
Shakira kembali ke panggung Piala Dunia dengan lagu "Dai Dai", mencoba mengulangi fenomena "Waka Waka" yang mengguncang Afrika Selatan 2010.
Shakira resmi merilis "Dai Dai" sebagai lagu resmi Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Lagu ini menjadi upaya penyanyi asal Kolombia itu untuk kembali mengunci momen turnamen terbesar sepak bola dunia — persis seperti yang ia lakukan 16 tahun lalu bersama "Waka Waka (This Time for Africa)".
Kembali ke Panggung Terbesar
"Waka Waka" bukan sekadar lagu tema. Dirilis untuk Piala Dunia Afrika Selatan 2010, lagu itu meledak secara global dan hingga kini masih menjadi salah satu lagu olahraga paling ikonik sepanjang masa. Video klipnya menembus lebih dari tiga miliar penayangan di YouTube.
"Dai Dai" datang dengan ambisi serupa. Shakira meracik elemen musik yang energetik dan anthemic, cocok untuk dinyanyikan di dalam stadion maupun dari layar televisi jutaan penonton di seluruh penjuru dunia.
Piala Dunia 2026 sendiri menjadi edisi bersejarah — pertama kali melibatkan 48 tim peserta, naik dari format 32 tim yang berlaku sejak 1998. Penambahan ini menjadikan turnamen lebih panjang, lebih besar, dan secara otomatis membuka pasar hiburan yang jauh lebih luas.
Formula yang Terbukti
FIFA dan para mitra hiburannya paham betul bahwa lagu resmi Piala Dunia bukan hanya soal musik. Ini soal identitas budaya sebuah turnamen. "Waka Waka" menjadi bukti paling kuat: satu lagu bisa mewakili seluruh atmosfer empat tahun sekali itu.
Shakira memahami formula tersebut. "Dai Dai" dirancang untuk mudah diingat, penuh energi, dan mampu merepresentasikan semangat kompetisi lintas budaya — tiga kontinen sekaligus, mengingat Amerika Utara menjadi tuan rumah bersama untuk pertama kalinya.
Kolaborasi artistik dalam "Dai Dai" juga disebut-sebut melibatkan elemen budaya dari ketiga negara tuan rumah, meski detail penuh produksinya belum seluruhnya dibuka ke publik.
Tanggung Jawab Besar di Pundak Shakira
Tidak semua lagu resmi Piala Dunia berhasil meninggalkan bekas sedalam "Waka Waka". Beberapa edisi terakhir menghasilkan lagu tema yang relatif cepat terlupakan setelah turnamen berakhir. Itu sebabnya kembalinya Shakira ke momen ini memikul ekspektasi yang nyata.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada Juni-Juli 2026. Dengan kurang dari dua bulan menuju kick-off, rilisan "Dai Dai" memilih waktu yang tepat untuk mulai membangun demam turnamen. Lagu ini kini mulai tersebar di platform streaming global dan diprediksi akan memasuki rotasi siaran resmi FIFA.
Komunitas sepak bola dan penggemar musik di Indonesia pun mulai bereaksi. Nuansa ritmis "Dai Dai" dinilai punya potensi untuk viral, terutama di platform berbasis video pendek yang mendominasi konsumsi musik saat ini — sebuah variabel yang sama sekali tidak ada ketika "Waka Waka" dirilis pada 2010.
Lebih dari Sekadar Soundtrack
Bagi Shakira, "Dai Dai" juga bermakna lebih dari sekadar proyek komersial. Ini adalah pernyataan bahwa ia tetap relevan di panggung global, di tengah berbagai dinamika personal yang ia hadapi dalam beberapa tahun terakhir.
Kiprah langsungnya di Piala Dunia 2010 — tampil live di Johannesburg di hadapan ribuan penonton dan miliaran pemirsa televisi — masih terpatri dalam ingatan kolektif penggemar sepak bola. Kesempatan mengulang momen itu, kali ini di benua Amerika, menjadi narasi yang sulit ditolak.
FIFA Piala Dunia 2026 dimulai 11 Juni 2026. "Dai Dai" kini menjadi salah satu soundtrack resmi menuju turnamen tersebut — dan dunia sedang menunggu apakah lagu ini akan bertahan di kepala jutaan orang jauh setelah peluit panjang final dibunyikan.