5 Bintang Dunia yang Berjuang Lolos Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026 semakin dekat, dan sejumlah nama besar belum memastikan tiket keikutsertaan mereka. Termasuk satu skenario mengejutkan: Argentina tanpa Lionel Messi.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dengan format baru 48 tim, lebih banyak negara mendapat tiket — namun bagi sejumlah bintang papan atas dunia, kepastian tampil di turnamen akbar itu tetap belum terjamin. Berikut lima nama besar yang situasinya masih menggantung jelang turnamen terbesar sepak bola sejagat.
1. Lionel Messi – Akankah Argentina Memanggilnya Lagi?
Pertanyaan terbesar menjelang Piala Dunia 2026 bukan soal apakah Argentina bisa lolos — La Albiceleste hampir pasti tampil sebagai juara bertahan. Pertanyaannya: apakah Lionel Messi akan ada di sana?
Messi lahir 24 Juni 1987. Saat Piala Dunia 2026 bergulir, ia sudah berusia 38 tahun. Penyerang Inter Miami itu memang masih aktif bermain di MLS, namun kondisi fisiknya kerap menjadi tanda tanya. Cedera berulang dan jadwal padat menjadi faktor pembatas.
Jika Messi absen, Argentina tetap memiliki skuad berbahaya. Namun kehadirannya jelas beda dimensinya — ia adalah pemain yang membawa trofi Piala Dunia 2022 ke Buenos Aires. Tanpanya, Argentina tetap kuat secara kolektif, tetapi kehilangan satu simbol paling ikonik dalam sejarah turnamen ini.
2. Karim Benzema – Mimpi yang Belum Tuntas
Benzema pensiun dari tim nasional Prancis pada 2023 setelah hubungan panjang yang penuh lika-liku dengan Les Bleus. Di usia yang kini menginjak pertengahan 30-an, peluang comeback ke skuad Prancis nyaris tertutup. Namun kiprahnya di level klub membuktikan ia masih bisa berkontribusi di level elite.
Tanpa Benzema, Prancis tetap punya Kylian Mbappé sebagai ujung tombak. Tapi bagi Benzema sendiri, Piala Dunia 2026 adalah pintu yang kemungkinan besar sudah tertutup rapat.
3. Neymar Jr. – Melawan Cedera dan Waktu
Neymar sudah lama absen dari panggung sepak bola internasional. Cedera ligamen yang ia derita membuat kariernya nyaris terhenti. Brasil membutuhkan pemain kelas dunia untuk Piala Dunia 2026, dan secara historis Neymar adalah jantung permainan Seleção.
Masalahnya bukan soal kualitas — ketika fit, Neymar adalah salah satu pemain paling berbahaya di planet ini. Masalahnya adalah kebugaran. Apakah ia mampu menjalani satu turnamen penuh tanpa gangguan fisik berarti? Itulah pertanyaan yang belum terjawab hingga kini.
4. Gareth Bale – Sudah Pensiun, Tapi Namanya Tak Terlupakan
Bale resmi pensiun dari sepak bola pada 2023. Wales pun harus membangun skuad baru tanpa ketergantungan pada sayap kiri berkecepatannya. Ini contoh nyata bagaimana sebuah negara kecil kehilangan bintang generasionalnya tepat menjelang turnamen terbesar.
Wales lolos ke Piala Dunia 2022 — pencapaian bersejarah yang tak lepas dari jasa Bale. Untuk 2026, mereka harus membuktikan diri bisa bersaing tanpa sang legenda.
5. Robert Lewandowski – Usia Tak Berpihak, Tapi Ia Masih Lapar
Lewandowski masuk kategori berbeda: ia masih aktif dan masih produktif. Namun bomber Polandia itu akan berusia 37 tahun saat Piala Dunia 2026 dimulai. Pertanyaannya bukan soal motivasi — motivasinya tidak pernah goyah. Pertanyaannya adalah apakah Polandia mampu lolos, dan apakah tubuhnya bertahan di level optimal.
Piala Dunia 2022 di Qatar mungkin menjadi kenangan terbaik Lewandowski di panggung dunia. Untuk 2026, ia masih bertaruh habis-habisan demi membawa Polandia ke Amerika Utara.
Generasi Emas di Persimpangan Jalan
Kelima nama ini mewakili satu era sepak bola dunia yang luar biasa. Sebagian masih memiliki peluang nyata tampil di Piala Dunia 2026, sebagian lain sudah menutup babak itu secara permanen.
Yang pasti, Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen transisi besar: era Messi, Neymar, dan Lewandowski akan segera digantikan oleh generasi baru. Entah mereka tampil atau tidak di Amerika Utara nanti, warisan mereka sudah terukir permanen dalam sejarah sepak bola dunia.
Untuk Messi khususnya, setiap penampilan kini terasa seperti perpisahan yang diperpanjang. Dan Argentina, bagaimanapun caranya, harus mulai membayangkan masa depan tanpa nomor 10 mereka yang paling agung.