Sundul
Liga Spanyol

Rashford di Barcelona: Tajam tapi Mahal

Marcus Rashford tampil impresif sejak bergabung dengan Barcelona, namun beban finansial sang pemain membuat manajemen klub dilema jelang keputusan permanen.

Naila Sari · 09 Mei 2026, 00:36 · 3 min baca

Marcus Rashford meninggalkan Manchester United pada Januari 2025 dan mendarat di Barcelona lewat skema pinjaman. Di Camp Nou, winger berusia 27 tahun itu menemukan kembali performa terbaiknya. Namun justru di situ dilema Barcelona bermula: bagus di lapangan, berat di neraca keuangan.

Performa Rashford Tidak Bisa Diabaikan

Sejak memperkuat Barcelona, Rashford tampil konsisten dan produktif. Kecepatan, dribel, dan ketajamannya di lini depan memberi dimensi berbeda bagi skuad Hansi Flick. Pemain asal Inggris ini menjadi salah satu opsi utama di sisi sayap, melengkapi kedalaman skuad yang sudah berisi nama-nama seperti Raphinha.

Barcelona sendiri saat ini berada di posisi kelima klasemen La Liga dengan 16 poin dari delapan pertandingan — mencatat lima kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Dengan 22 gol tercipta, lini serang Blaugrana memang tampil atraktif, dan Rashford menjadi bagian dari mesin ofensif itu.

Masalahnya Ada di Angka Kontrak

Persoalan utama bukan soal kualitas Rashford di lapangan. Gaji pemain itu masuk kategori premium — angka yang sulit dicerna Barcelona yang masih berjuang membenahi kesehatan finansialnya pasca-pandemi dan berbagai masalah salary cap dari La Liga.

Barcelona dikenal ketat dalam urusan Financial Fair Play versi La Liga, yakni aturan kontrol ekonomi yang membatasi total pengeluaran klub. Mendatangkan Rashford secara permanen berarti memasukkan gajinya ke dalam struktur gaji jangka panjang — sesuatu yang tidak mudah dilakukan tanpa melepas pemain lain terlebih dahulu.

Kondisi ini membuat manajemen Barcelona harus berhitung ekstra. Opsi perpanjangan pinjaman atau pembelian permanen sama-sama membutuhkan solusi finansial yang belum jelas ujungnya.

Pintu MU Sudah Tertutup

Rashford tidak punya jalan pulang ke Manchester United. Hubungan antara pemain dan klub lamanya sudah resmi berakhir, dan manajemen Old Trafford memang tidak membuka opsi kepulangan sang pemain. Artinya, Barcelona bukan sekadar pelabuhan sementara — ini bisa menjadi rumah permanen Rashford jika kedua pihak menemukan titik temu finansial.

Posisi tawar Rashford sebenarnya tidak lemah. Usianya masih 27 tahun, performa di Barcelona membuktikan ia masih kompetitif di level tertinggi, dan minat dari klub-klub besar Eropa lainnya bukan mustahil muncul jika Barcelona tidak kunjung bergerak.

Opsi Lain yang Muncul di Radar

Di tengah dilema Rashford, Barcelona juga tengah menjajaki opsi lain untuk memperkuat lini depan. Nama Joao Pedro dari Brighton disebut-sebut sudah menjalin komunikasi dengan Raphinha soal kehidupan di Barcelona — sinyal bahwa Blaugrana aktif mencari pengganti atau pelengkap di posisi serupa.

Manajemen klub pun belakangan disibukkan dengan pertemuan bersama agen top Pini Zahavi, yang membahas masa depan Robert Lewandowski dan juga nasib pelatih Flick. Agenda besar soal komposisi skuad musim depan jelas sedang disusun, dan posisi Rashford di dalamnya belum terdefinisi dengan pasti.

Keputusan Harus Segera Dibuat

Waktu terus berjalan. Musim 2024/25 mendekati akhir, dan Barcelona harus segera mengambil posisi: apakah menebus Rashford, memperpanjang pinjaman, atau melepasnya sepenuhnya.

Dari sisi teknis, Flick kemungkinan besar ingin mempertahankan pemain yang sudah masuk dalam sistemnya. Dari sisi bisnis, manajemen harus memastikan langkah itu tidak mengorbankan fleksibilitas finansial klub untuk keperluan lain di bursa transfer musim panas.

Rashford ada di persimpangan. Barcelona juga. Dan keputusan yang diambil dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan ke mana karier sang pemain — dan seberapa dalam kantong Barcelona rela dikuras demi mempertahankan salah satu penampilan terbaik mereka di paruh kedua musim ini.

#Barcelona #La Liga #Manchester United #Transfer #Marcus Rashford #Hansi Flick