Sundul
Liga Inggris

Declan Rice Senggol Chelsea Usai Bawa Arsenal ke Final UCL

Declan Rice tak hanya membawa Arsenal ke final Liga Champions, sang gelandang juga sempat melontarkan sindiran tajam ke mantan klubnya, Chelsea.

Reza Pratama · 09 Mei 2026, 02:53 · 3 min baca

Declan Rice menjadi salah satu nama paling disorot setelah Arsenal memastikan tiket final Liga Champions musim ini. Gelandang asal Inggris itu tampil krusial dalam perjalanan The Gunners menuju laga puncak di Budapest, dan ia tak melewatkan momen besar itu tanpa melempar komentar pedas ke arah Chelsea, klub yang pernah membesarkan namanya sebelum ia pindah ke Emirates Stadium.

Sindiran Rice ke Chelsea

Rice diketahui menghabiskan masa akademi di Chelsea sebelum akhirnya dilepas tanpa pernah mendapat kesempatan bermain di tim utama. Perjalanan panjang itu membuat luka tersendiri bagi sang gelandang. Kini, setelah memimpin Arsenal menembus final kompetisi paling bergengsi di Eropa, Rice secara terbuka menyentil keputusan Chelsea yang pernah melepasnya.

Komentar Rice bukan sekadar euforia sesaat. Nada bicaranya terasa seperti pembuktian diri seorang pemain yang bertahun-tahun memendam rasa untuk menunjukkan bahwa keputusan Chelsea melepasnya adalah kesalahan besar.

Arsenal Dominan di Premier League

Performa Rice di lapangan memang berbicara lebih keras dari kata-kata. Arsenal saat ini bertengger di puncak klasemen Premier League dengan rekor sempurna: delapan laga, delapan kemenangan, tanpa sekali pun imbang atau kalah. Total 24 poin, 23 gol dicetak, dan hanya 4 gol kemasukan. Forma WWWWW mencerminkan mesin yang sedang berjalan tanpa hambatan.

Chelsea, di sisi lain, berada di posisi enam dengan 16 poin dari 8 pertandingan. Lima menang, satu seri, dua kalah, dengan catatan gol 17-10. Jarak 8 poin dari Arsenal di klasemen cukup menggambarkan betapa lebarnya jurang antara dua klub London itu saat ini.

Perjalanan Arsenal ke Final Budapest

Final Liga Champions musim ini mempertemukan Arsenal dengan Paris Saint-Germain di Budapest. Bagi Arsenal, ini adalah pencapaian bersejarah karena klub belum pernah merasakan final Liga Champions dalam format modern setelah terakhir kali tampil di partai puncak pada 2006.

Rice menjadi salah satu pilar utama dalam skuad Mikel Arteta yang menggilas lawan demi lawan di fase knockout. Kontribusinya di lini tengah, baik dalam memutus serangan maupun membangun permainan, menjadikannya salah satu gelandang terbaik di Eropa musim ini.

Chelsea yang Melepas Berlian di Tangan Sendiri

Ironi situasi ini memang mencolok. Chelsea memiliki Rice sejak usia dini, melatih dan membentuknya di akademi, namun justru melepasnya sebelum bintang itu benar-benar bersinar. Pemain yang kini menjadi andalan timnas Inggris dan kapten lapangan Arsenal di Eropa itu pernah dianggap tidak cukup bagus untuk menembus skuad Stamford Bridge.

Sementara Rice melangkah ke final Liga Champions, Chelsea masih berjuang menstabilkan performa di papan tengah Premier League dengan forma terbaru W-W-L-W-D. Kontras yang sulit diabaikan, terutama bagi para pendukung The Blues yang pasti bertanya-tanya apa jadinya jika Rice diberi kesempatan di sana.

Pembuktian yang Berbicara Sendiri

Rice tidak perlu banyak kata untuk membuktikan nilainya. Final Liga Champions di Budapest sudah cukup menjadi jawaban. Sindiran ke Chelsea mungkin terdengar tajam, tetapi data dan trofi yang ia kejar musim ini adalah argumen yang jauh lebih meyakinkan.

Arsenal kini fokus mempersiapkan diri menghadapi PSG di Budapest. Dengan catatan sempurna di liga dan determinasi Rice di lini tengah, The Gunners tidak datang ke final sekadar untuk hadir. Mereka datang untuk menang.

#Premier League #Arsenal #Chelsea #Liga Champions #Declan Rice #Final Ucl Budapest