Gol Tangan Tuhan Sesko Dibatalkan, Premier League Buka Suara
Premier League merilis penjelasan resmi soal pembatalan gol Benjamin Sesko yang dinilai dicetak dengan tangan, memicu perdebatan di kalangan penggemar dan analis.
Premier League mengeluarkan pernyataan resmi untuk menjelaskan keputusan pembatalan gol Benjamin Sesko, striker Arsenal asal Slovenia, yang sempat disebut-sebut sebagai "Gol Tangan Tuhan" versi modern. Gol tersebut dianulir setelah review VAR mendeteksi bola menyentuh tangan Sesko sebelum masuk ke gawang lawan.
Apa yang Terjadi di Lapangan
Insiden bermula ketika Sesko berhasil meneruskan bola ke gawang dan sempat disambut sorak sorai pendukungnya. Namun wasit kemudian dipanggil untuk meninjau rekaman VAR.
Setelah review berlangsung beberapa menit, gol resmi dianulir. Keputusan itu langsung memancing reaksi keras, baik dari pemain Arsenal, staf pelatih, maupun suporter di stadion.
Penjelasan Resmi Premier League
Premier League menegaskan bahwa gol Sesko sah untuk dibatalkan berdasarkan regulasi handball yang berlaku. Kontak antara bola dan tangan Sesko dinilai cukup jelas dan signifikan untuk masuk kategori pelanggaran handball, meskipun gerakan tangan sang pemain tidak terlihat disengaja.
Aturan handball di Premier League — mengikuti regulasi IFAB — menyatakan bahwa gol tidak dapat disahkan apabila bola menyentuh tangan atau lengan penyerang secara langsung sebelum masuk gawang, terlepas dari unsur kesengajaan. Inilah poin krusial yang menjadi dasar keputusan wasit dan tim VAR.
Premier League menyatakan proses VAR sudah berjalan sesuai protokol. Sudut kamera yang tersedia memberikan bukti visual yang cukup untuk mendukung keputusan pembatalan.
Kontroversi di Antara Penggemar dan Analis
Keputusan ini tidak serta-merta diterima semua pihak. Sebagian analis berpendapat posisi tangan Sesko masih dalam batas wajar dan tidak memberikan keuntungan aktif bagi sang pemain. Argumen tersebut bersandar pada interpretasi "posisi alami tubuh" yang kerap menjadi perdebatan dalam kasus handball modern.
Di sisi lain, kubu yang mendukung keputusan wasit berpegang pada bunyi literal aturan: bola menyentuh tangan, gol tidak sah. Sesederhana itu, tanpa ruang abu-abu.
Nama Sesko pun ramai jadi perbincangan di media sosial. Julukan "Tangan Tuhan" merujuk pada gol legendaris Diego Maradona di Piala Dunia 1986, ketika bola masuk lewat tangan namun tidak diketahui wasit dan gol disahkan. Bedanya, era VAR menutup celah seperti itu rapat-rapat.
Dampak ke Klasemen dan Perjalanan Arsenal
Pembatalan gol tersebut berpotensi mempengaruhi hasil akhir laga dan berdampak langsung pada posisi Arsenal di klasemen Premier League. Dalam persaingan ketat di papan atas, selisih satu poin atau bahkan satu gol bisa menentukan siapa yang akhirnya mengangkat trofi.
Arsenal musim ini mengandalkan ketajaman Sesko sebagai salah satu andalan lini depan. Striker muda Slovenia itu dikenal dengan fisik imposan dan kemampuan finishing di dalam kotak penalti. Gol yang dianulir itu seharusnya menjadi bukti performa tajamnya, namun berubah menjadi momen frustrasi.
Aturan Handball: Antara Kejelasan dan Ketidakpastian
Regulasi handball memang masih menjadi salah satu pasal paling kontroversial dalam sepak bola modern. IFAB telah beberapa kali merevisi aturan ini dalam beberapa tahun terakhir, berusaha mencari keseimbangan antara keadilan dan kepraktisan di lapangan.
Perdebatan soal "posisi alami tangan" versus "keuntungan yang diperoleh dari tangan" masih sering memunculkan interpretasi berbeda antara wasit, pelatih, dan analis. Premier League, sebagai salah satu liga paling ketat dalam penerapan VAR, kerap berada di pusat kontroversi semacam ini.
Pernyataan resmi yang dikeluarkan kali ini setidaknya memberikan transparansi atas dasar hukum keputusan tersebut, meski tidak serta-merta meredam kekecewaan pihak Arsenal dan pendukungnya.