Türkiye Susul Rivalnya: Kalahkan Kosovo 1-0, Kembali ke Piala Dunia Setelah 24 Tahun
Türkiye mengamankan tiket Piala Dunia 2026 setelah menang tipis 1-0 atas Kosovo di final playoff UEFA, 31 Maret 2026. Kembali tampil di Piala Dunia sejak edisi 2002.
Türkiye kembali ke Piala Dunia setelah penantian dua dekade. Kemenangan tipis 1-0 atas Kosovo di final playoff UEFA, Selasa, 31 Maret 2026 di Istanbul, mengamankan tiket ke Amerika Utara. Sebelumnya, Türkiye terakhir tampil di Piala Dunia 2002 di Korea Selatan-Jepang, edisi yang dimenangi mereka dengan finis ketiga, hasil terbaik dalam sejarah federasi.
Stadion Olimpiade Atatürk penuh dengan 75 ribu penonton. Kerem Aktürkoğlu, sayap Galatasaray berusia 27 tahun, mencetak gol tunggal kemenangan pada menit ke-58 lewat tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti. Kiper Kosovo, Aro Muric, terkejut oleh laju bola yang menempel ke tiang gawang sebelah kanan.
Vincenzo Montella, Pelatih Italia Pembawa Hasil
Vincenzo Montella, pelatih Italia berusia 51 tahun, memimpin Türkiye sejak 2023. Mantan striker AS Roma dan pelatih AC Milan ini membawa kembali disiplin taktis ke skuad Türkiye yang sebelumnya dianggap inkonsisten. Pendekatan Montella mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan dua gelandang bertahan kuat dan kreativitas dari Hakan Calhanoglu di tengah.
Calhanoglu, gelandang Inter Milan berusia 32 tahun, jadi otak permainan Türkiye. Pengalaman Serie A dan Liga Champions membuatnya pemimpin tak resmi tim. Dalam wawancara pasca-laga dengan TRT Spor, Calhanoglu menyebut Piala Dunia 2026 sebagai "kesempatan kami menunjukkan generasi sepak bola Türkiye sekarang adalah salah satu yang terbaik."
Generasi Muda Mengilap
Selain pemain berpengalaman seperti Calhanoglu, Türkiye juga punya kekuatan muda. Arda Güler, gelandang Real Madrid berusia 21 tahun, jadi salah satu bakat termuda di skuad. Berke Özer, kiper muda Eyüpspor, menjadi wakil generasi yang sedang naik daun di Liga Türkiye.
Kombinasi pemain muda dengan pengalaman Eropa menjadi tulang punggung Türkiye. Banyak dari mereka, seperti Güler, Aktürkoğlu, dan Mert Müldür, main di liga top Eropa. Pengalaman ini berbeda dari edisi 2002 ketika sebagian besar pemain Türkiye main di liga domestik.
Grup D Bersama USA
Türkiye masuk ke Grup D bersama tuan rumah USA, Paraguay, dan Australia. Komposisi yang kompetitif tetapi tidak terlalu berat. USA punya keuntungan tuan rumah dan generasi pemain muda yang main di Eropa. Paraguay masuk dari CONMEBOL dengan tradisi pertahanan kuat. Australia tim AFC dengan disiplin Eropa berkat banyak pemain di Liga Inggris.
Montella memprediksi grup terbuka. "Tidak ada favorit jelas. Kami punya peluang lolos kalau tampil disiplin sejak laga pembuka," katanya dalam konferensi pers di Istanbul. Dia juga menyebut Türkiye akan mengadakan training camp di Spanyol pada Mei 2026 untuk persiapan akhir.
Bagi suporter Türkiye, momen ini berarti banyak. Setelah dua puluh empat tahun absen, fans muda yang baru lahir saat edisi 2002 akhirnya bisa menonton tim mereka di Piala Dunia. Pemerintah Türkiye sudah mengumumkan rencana siaran langsung di alun-alun Istanbul untuk semua pertandingan tim, dengan dukungan komersial dari sponsor utama Turkish Airlines.