Sundul
Timnas Indonesia

Marselino & Hubner Dikejar PSSI untuk SEA Games 2025

PSSI aktif bernegosiasi dengan klub Marselino Ferdinan dan Justin Hubner agar dua pemain diaspora itu bisa memperkuat Timnas U-23 di SEA Games 2025.

Fajar Hidayat · 02 Mei 2026, 07:30 · 3 min baca

PSSI secara aktif mengejar pelepasan Marselino Ferdinan dan Justin Hubner dari klub masing-masing agar keduanya bisa memperkuat Timnas U-23 Indonesia di SEA Games 2025. Badan Tim Nasional (BTN) sudah memulai komunikasi resmi dengan pihak klub untuk memperoleh izin pelepasan pemain sebelum turnamen dimulai.

BTN Langsung Hubungi Klub

BTN tidak menunggu. Begitu jadwal SEA Games 2025 menguat, komunikasi langsung dijalin dengan klub yang menaungi Marselino dan Hubner. Negosiasi difokuskan pada jendela waktu pelepasan yang tidak akan mengganggu kompetisi domestik klub bersangkutan.

Proses ini bukan pertama kali dilakukan. Pada beberapa turnamen sebelumnya, BTN juga menempuh jalur serupa untuk memboyong pemain yang berkompetisi di luar negeri. Namun tenggat waktu SEA Games membuat urgensi kali ini lebih tinggi dari biasanya.

Posisi Marselino dan Hubner di Skuad Senior

Marselino Ferdinan dan Justin Hubner selama ini diposisikan sebagai bagian dari skuad senior Timnas Indonesia. Keduanya bukan lagi pemain usia muda yang otomatis masuk kategori U-23 tanpa pertimbangan khusus.

Namun regulasi SEA Games membolehkan penggunaan pemain over-age dalam batas tertentu. PSSI memanfaatkan celah regulasi ini untuk memaksimalkan kekuatan skuad. Kehadiran Marselino di lini tengah dan Hubner di lini belakang diyakini akan menaikkan kualitas tim secara signifikan dibanding jika hanya mengandalkan pemain murni U-23.

Skenario lain yang beredar menyebut keduanya tetap dipertahankan di tim senior sambil BTN mencari formula agar pemain muda lain juga mendapat menit bermain di SEA Games. Keputusan akhir ada di tangan pelatih dan manajemen BTN.

Tantangan Negosiasi dengan Klub

Hambatan terbesar adalah kalender kompetisi. Klub di Eropa maupun Asia memiliki jadwal padat dan tidak selalu wajib melepas pemain untuk turnamen level SEA Games yang tidak masuk dalam kalender FIFA.

Di sinilah peran BTN dan PSSI menjadi krusial. Pendekatan personal, jaminan kondisi fisik pemain, serta komitmen pengembalian tepat waktu menjadi poin tawar utama dalam negosiasi. Jika klub tidak memberi izin, PSSI tidak bisa memaksa.

Situasi ini berbeda dengan Piala Asia atau Kualifikasi Piala Dunia yang masuk window resmi FIFA, di mana klub wajib melepas pemain. Untuk SEA Games, semua bergantung pada niat baik kedua pihak.

Kenapa Dua Pemain Ini Penting?

Marselino adalah gelandang serang dengan kemampuan dribel dan visi yang di atas rata-rata pemain seusianya di Asia Tenggara. Hubner, bek berdarah Indonesia-Amerika, memberi soliditas di lini belakang yang kerap menjadi titik lemah tim muda Indonesia.

Dengan keduanya, Timnas U-23 punya opsi formasi yang lebih fleksibel dan mampu bersaing dengan Vietnam maupun Thailand yang secara tradisional mendominasi sepak bola SEA Games.

Tanpa keduanya, pelatih harus menyusun skuad dari pemain yang belum tentu punya jam terbang di level tekanan tinggi. SEA Games bukan sekadar turnamen regional biasa — medali emas berarti pengakuan dan momentum psikologis bagi generasi muda sepak bola Indonesia.

Keputusan Final Belum Diumumkan

Hingga kini PSSI belum mengonfirmasi secara resmi apakah Marselino dan Hubner sudah resmi masuk daftar panggilan. Proses negosiasi dengan klub masih berlangsung. BTN menargetkan kepastian dalam waktu dekat agar persiapan tim bisa berjalan optimal.

Jika negosiasi berhasil, ini akan menjadi sinyal positif bahwa hubungan PSSI dengan klub-klub tempat pemain diaspora bernaung semakin baik. Jika gagal, BTN harus segera mengaktifkan opsi cadangan agar skuad tidak kehilangan arah sebelum turnamen dimulai.

#Pssi #Marselino Ferdinan #Justin Hubner #Timnas U 23 #Sea Games 2025 #Btn