PSM Makassar Hajar Persik Kediri 3-1, Naik Klasemen
PSM Makassar mengalahkan Persik Kediri 3-1 di Gelora BJ Habibie pada pekan ke-29 BRI Liga 1, Kamis (23/4/2026), dan mendongkrak posisi di klasemen.
PSM Makassar mengalahkan Persik Kediri 3-1 di Stadion Gelora BJ Habibie, Kamis (23/4/2026) pagi. Kemenangan pekan ke-29 BRI Liga 1 ini mendorong Juku Eja naik satu peringkat di klasemen, meninggalkan zona bawah yang selama ini membayangi mereka.
Kemenangan Penting di Kandang
Bermain di hadapan pendukung sendiri, PSM tampil lebih agresif sejak menit-menit awal. Tekanan konsisten berhasil membongkar pertahanan Persik Kediri yang sepanjang musim ini sudah kebobolan 50 gol dari 29 laga — catatan terburuk di antara tim-tim papan tengah.
Tiga gol yang disarangkan PSM tanpa bisa diimbangi secara penuh oleh Persik mencerminkan dominasi tuan rumah sepanjang 90 menit. Satu gol balasan Persik hanya menjadi hiburan semata bagi kubu tampi.
Statistik dan Posisi Klasemen
Dengan kemenangan ini, PSM Makassar mengumpulkan 31 poin dari 30 pertandingan — catatan 7 menang, 10 seri, dan 13 kalah. Sebelum laga ini, Juku Eja terparkir di posisi yang cukup mengkhawatirkan. Kini mereka bergerak naik ke peringkat 13.
Sementara Persik Kediri di sisi lain justru tergeser. Tim asal Kota Tahu itu kini bertengger di posisi 12 dengan 33 poin dari 29 laga. Kekalahan ini menjadi yang keempat dalam lima pertandingan terakhir mereka — form LWLDL yang jauh dari memuaskan.
Selisih poin antara kedua tim kini hanya dua angka, dengan PSM bermain satu laga lebih banyak. Persaingan di zona tengah-bawah klasemen semakin ketat menjelang akhir musim.
Form PSM vs Persik: Siapa Lebih Stabil?
Lima laga terakhir PSM mencatatkan form LWLWD — naik-turun, tetapi kemenangan hari ini menjadi momentum positif yang dibutuhkan. Pelatih PSM tentu berharap hasil ini menjadi titik balik setelah rentetan performa yang tidak konsisten.
Persik datang ke Makassar dengan modal form yang lebih rapuh. Dari lima laga terakhir, mereka hanya meraih satu kemenangan. Kebobolan tiga gol hari ini kembali menegaskan masalah lini belakang yang belum juga rampung diselesaikan sepanjang musim.
Konteks Musim: PSM Berjuang Jauhi Degradasi
Dengan 30 pertandingan sudah dilakoni, PSM hanya meraih 7 kemenangan. Rata-rata poin per laga mereka ada di angka 1,03 — angka yang tipis dan masih berisiko jika performa tidak segera stabil di sisa musim.
PSM mencetak 36 gol dan kebobolan 41 gol. Selisih gol minus lima itu menggambarkan betapa keseimbangan tim masih menjadi pekerjaan rumah terbesar. Kemenangan 3-1 atas Persik setidaknya memberi sinyal bahwa lini serang mereka masih hidup.
Di sisi lain, Persik yang sudah kebobolan 50 gol dari 29 laga kini menghadapi tekanan ganda: ketat di klasemen dan rentan di belakang. Jika tren ini berlanjut, tim Macan Putih bisa terperosok lebih dalam ke papan bawah.
Sisa Musim Jadi Penentu
PSM masih memiliki beberapa laga tersisa untuk mengamankan posisi di papan tengah. Kemenangan atas Persik memberi napas, tetapi tidak berarti aman sepenuhnya. Konsistensi menjadi kata kunci — sesuatu yang justru paling sulit dijaga Juku Eja musim ini.
Persik, dengan satu laga lebih sedikit dari PSM, masih punya kesempatan untuk bangkit. Namun jika pola kebobolan mudah tidak segera diperbaiki, perjalanan sisa musim akan terasa berat.