Gary Neville: Arsenal Lebih Mudah Juara Liga Inggris daripada Liga Champions
Gary Neville meragukan kemampuan Arsenal menembus final Liga Champions musim ini, seraya menegaskan The Gunners punya peluang lebih realistis merampungkan dominasi di Liga Premier.
Gary Neville menegaskan Arsenal memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk mengangkat trofi Liga Premier ketimbang Liga Champions musim ini. Legenda Manchester United itu secara khusus meragukan kemampuan The Gunners saat berhadapan dengan Atletico Madrid di fase knockout Eropa.
Neville Tak Percaya Arsenal Bisa Singkirkan Atletico
Pernyataan Neville cukup keras. Ia secara tegas menyatakan tidak melihat Arsenal mampu mengalahkan Atletico Madrid dalam skenario apa pun di Liga Champions. Bagi Neville, gaya permainan defensif dan pengalaman Atletico di fase gugur Eropa menjadi tembok yang terlalu tinggi bagi skuad Mikel Arteta untuk ditaklukkan.
Atletico Madrid memang dikenal sebagai tim yang paling sulit dikalahkan di kompetisi sistem gugur. Rekor mereka di fase knockout Liga Champions selama satu dekade terakhir berbicara sendiri — tim asal Madrid itu kerap menyingkirkan klub-klub dengan nama besar lewat pendekatan taktis yang sangat terorganisir.
Arsenal Sedang dalam Performa Terbaik di Liga Inggris
Ironi dari pernyataan Neville justru terletak pada betapa meyakinkannya Arsenal di pentas domestik. The Gunners saat ini memuncaki klasemen Liga Premier dengan rekor sempurna: 8 laga, 8 kemenangan, tanpa satu pun kekalahan maupun hasil imbang.
Arsenal sudah mencetak 23 gol hanya dari 8 pertandingan, dengan hanya 4 gol kebobolan. Total 24 poin membuat mereka berada di posisi yang sangat kokoh di puncak klasemen. Tren form mereka pun tidak ada yang perlu dipertanyakan — lima kemenangan beruntun terakhir menjadi bukti konsistensi yang belum pernah goyah sepanjang musim ini.
Angka-angka itu membuat pandangan Neville soal Liga Premier menjadi sangat masuk akal. Jika Arsenal mammempertahankan ritme ini, titel Liga Inggris pertama mereka dalam dua dekade terakhir bukan sekadar impian.
Mengapa Liga Champions Menjadi Tantangan Berbeda?
Kompetisi Eropa memang menawarkan dinamika yang berbeda dari liga domestik. Di Liga Premier, Arsenal bisa mengontrol ritme musim mereka lewat konsistensi jangka panjang. Di Liga Champions, satu malam buruk bisa mengakhiri segalanya.
Arteta memang sudah membawa Arsenal kembali menjadi kekuatan serius di Eropa. Namun pengalaman di fase gugur kompetisi elite — terutama menghadapi tim dengan mentalitas seperti Atletico — masih menjadi tanda tanya besar. Atletico bukan tim yang akan membiarkan Arsenal bermain dengan tempo tinggi. Mereka akan memaksa The Gunners masuk ke pertarungan yang lambat, disiplin, dan mentalis.
Itulah inti kekhawatiran Neville. Bukan soal kualitas individu skuad Arsenal yang ia ragukan, melainkan apakah tim ini sudah cukup matang untuk mengelola tekanan di laga-laga knockout Eropa yang sesungguhnya.
Dua Front, Dua Prioritas yang Harus Diputuskan
Bagi Arteta, pernyataan Neville seharusnya tidak perlu mengalihkan fokus. Prioritas pertama tetap jelas: jaga keunggulan di Liga Premier. Dengan rekor 8 dari 8 kemenangan, Arsenal sedang berada di trek yang benar.
Namun di sisi lain, ambisi besar klub tidak pernah hanya berhenti di domestik. Arsenal ingin membuktikan diri sebagai kekuatan Eropa yang nyata, bukan sekadar raja di kandang sendiri. Misi itu yang membuat Liga Champions tetap menjadi ujian definitif bagi proyek jangka panjang Arteta di Emirates.
Neville boleh meragukan. Tapi angka di Liga Premier saat ini menunjukkan bahwa Arsenal, setidaknya di front domestik, sedang bermain seperti calon juara sejati.