Grup A Piala Dunia 2026: Mexico Tuan Rumah, Korea Selatan Lawan Beratnya
Mexico, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Czechia berbagi Grup A. Tuan rumah Mexico jadi favorit lolos, tetapi Korea Selatan punya rekam jejak mengagetkan tim besar di Piala Dunia.
Grup A Piala Dunia 2026 mempertemukan Mexico, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Czechia. Komposisi yang menarik karena gabungan tuan rumah dengan tradisi kuat (Mexico), kembalinya tim Afrika setelah satu setengah dekade (Afrika Selatan), tim Asia disiplin (Korea Selatan), dan wakil Eropa yang baru lolos via playoff (Czechia).
Pertandingan pembuka turnamen, 11 Juni 2026 di Estadio Azteca, akan mempertemukan Mexico melawan Afrika Selatan. Stadion ikonis Mexico City, satu-satunya di dunia yang menggelar pembukaan tiga edisi Piala Dunia berbeda (1970, 1986, 2026), akan jadi panggung pertama 48 tim Piala Dunia.
Mexico Tuan Rumah dengan Tekanan Besar
Mexico, di bawah pelatih Javier Aguirre yang baru menjabat 2024, masuk turnamen dengan tekanan tuan rumah. Sejarah menunjukkan Mexico tidak pernah lolos perempat final Piala Dunia setelah edisi 1986 di kandang sendiri. Tradisi "Quinto Partido" (laga kelima) jadi obsesi nasional yang belum terjawab.
Skuad Mexico didominasi pemain Liga MX dengan beberapa di Eropa: Hirving Lozano (PSV Eindhoven), Edson Alvarez (West Ham), dan Cesar Montes (Espanyol). Kombinasi ini memberi keseimbangan antara kualitas Eropa dan pengetahuan kondisi domestik. Aguirre, di edisi keempatnya sebagai pelatih kepala Mexico, kemungkinan mengandalkan formasi 4-3-3 dengan tekanan tinggi.
Afrika Selatan, Cinderella Comeback
Afrika Selatan, finis kedua CAF Grup C, kembali ke Piala Dunia setelah absen sejak edisi 2010 (sebagai tuan rumah). Bafana Bafana di bawah pelatih Hugo Broos, asal Belgia, mencatat kemenangan beruntun di babak akhir kualifikasi. Percy Tau (Al-Ahly Mesir) dan Themba Zwane (Mamelodi Sundowns) jadi pemain kunci.
Filosofi Broos pragmatis. Pertahanan dengan blok rendah, transisi cepat lewat sayap, dan eksekusi bola mati. Pendekatan sederhana yang dipuji efektif untuk skuad terbatas Afrika Selatan. Melawan Mexico di laga pembuka jadi tantangan berat, tetapi Bafana Bafana sudah menunjukkan bisa mengejutkan tim besar di kualifikasi sebelumnya.
Korea Selatan, Dark Horse
Korea Selatan, juara grup AFC Round 3, masuk turnamen dengan ekspektasi besar. Tim asuhan Hong Myung-bo, mantan kapten Korea di Piala Dunia 2002, mengandalkan campuran pemain Eropa dan domestik. Heung-min Son (Tottenham), Lee Kang-in (Paris Saint-Germain), dan Hwang Hee-chan (Wolverhampton) jadi tulang punggung skuad.
Korea punya tradisi mengagetkan tim besar di Piala Dunia. Edisi 2002 mereka semifinal sebagai tuan rumah. Edisi 2018 mereka mengalahkan Jerman di fase grup. Edisi 2022 mereka lolos ke 16 besar. Konsistensi ini membuat Korea selalu jadi tim yang tidak boleh diremehkan, dan pelatih Mexico Aguirre tampaknya tahu betul ancaman ini.
Czechia Wakil Pertanyaan
Czechia, lolos lewat playoff UEFA dengan adu penalti vs Denmark, masuk turnamen sebagai underdog. Skuad campuran berpengalaman (Patrik Schick, Tomas Soucek) dan muda (Adam Hložek, Pavel Sulc) memberi tim ini fleksibilitas, walau secara statistik mereka masuk Pot 4 saat drawing.
Pelatih Ivan Hašek mengakui realitas. "Kami harus menang minimal satu dari tiga laga untuk peluang lolos sebagai peringkat ketiga terbaik," katanya kepada media Praha. Targetnya: minimal satu kemenangan, kemungkinan dari Afrika Selatan. Czechia punya pengalaman Eropa yang bisa membuat perbedaan dalam laga ketat. Tetapi melawan Mexico di Estadio Azteca dan Korea di Houston jadi tantangan berat.