Imbang Kontroversial Torino vs Inter 2-2 di Serie A
Inter Milan gagal meraih tiga poin di Stadio Olimpico Grande Torino setelah laga berakhir 2-2, diwarnai penalti kontroversial yang diprotes keras oleh kubu Nerazzurri.
Inter Milan harus puas dengan hasil imbang 2-2 melawan Torino di Stadio Olimpico Grande Torino, Minggu (26/4/2026) dalam laga matchday 34 Serie A. Poin yang harusnya penuh bagi Nerazzurri buyar setelah wasit mengganjar Torino penalti yang langsung menuai protes keras — termasuk dari kalangan eks wasit Serie A.
Kronologi Pertandingan: Inter Unggul, Torino Kejar
Inter memulai pertandingan dengan solid dan sempat mengendalikan jalannya laga. Nerazzurri bahkan berhasil membangun keunggulan terlebih dahulu sebelum Torino mulai menekan balik. Il Toro akhirnya menyamakan kedudukan dan memaksakan situasi yang membuat kubu tamu frustrasi.
Puncak kontroversi terjadi ketika wasit memutuskan memberikan penalti kepada Torino. Keputusan itu langsung memantik reaksi keras dari pemain dan ofisial Inter. Skor akhirnya terkunci di angka 2-2.
Eks Wasit Serie A Angkat Bicara
Tak hanya kubu Inter yang bereaksi — kalangan ahli wasit pun turut memberikan penilaian kritis. Sejumlah eks wasit Serie A menyebut keputusan penalti tersebut penuh tanda tanya. Insiden yang menjadi dasar penalti dinilai tidak cukup kuat untuk dihukum dari titik putih berdasarkan interpretasi Laws of the Game yang lazim diterapkan di Serie A.
Kontroversi ini kian memanas mengingat situasi klasemen Inter yang sedang dalam tekanan. Keputusan wasit di laga semacam ini berdampak langsung pada perburuan posisi di papan atas.
Dampak ke Klasemen Inter
Hasil imbang ini menempatkan Inter di posisi 10 klasemen Serie A dengan 15 poin dari 8 pertandingan — catatan 5 menang, 0 imbang sebelumnya, dan 3 kalah. Lima laga terakhir Nerazzurri mencatat tren yang mengkhawatirkan: W-L-L-L-W, menunjukkan inkonsistensi yang belum terpecahkan.
Inter telah mencetak 15 gol dan kebobolan 7 sepanjang musim. Produktivitas lini depan sebetulnya cukup baik, namun kerentanan defensif di momen krusial terus menghantui tim.
Di sisi lain, Torino kini mengoleksi 41 poin dan bertengger di posisi 13 dengan rekor 11 menang, 8 imbang, dan 15 kekalahan dari 34 laga. Il Toro sedang dalam tren membaik — tiga dari lima laga terakhir mereka berbuah poin (D-D-W-W-L).
Inter Kehilangan Momentum di Waktu Kritis
Ini bukan sekadar dua poin yang terbuang. Inter tengah berjuang untuk merangsek naik dari posisi 10, dan setiap poin yang tercecer di kandang tim papan tengah seperti Torino adalah kemunduran serius.
Dengan form W-L-L-L-W dalam lima laga terakhir, tekanan pada pelatih dan skuat Inter semakin nyata. Jika kontroversi penalti terbukti sebagai kesalahan wasit, frustrasi kubu Nerazzurri tentu beralasan — poin penuh yang seharusnya digenggam justru lepas di detik-detik akhir.
Polemik kepemimpinan wasit di Serie A bukan hal baru, namun ketika terjadi di pertandingan yang berbobot bagi tim sekelas Inter, dampaknya selalu lebih bergema. Komite wasit Serie A berpotensi mendapat tekanan untuk memberikan klarifikasi resmi atas insiden ini.
Apa Selanjutnya untuk Inter?
Inter harus segera membuang kekecewaan dan fokus ke laga berikutnya. Dengan sisa musim yang kian menyempit, setiap pertandingan adalah final kecil. Konsistensi — yang selama ini menjadi titik lemah mereka musim ini — wajib diperbaiki jika Nerazzurri masih ingin bicara banyak di papan atas Serie A.
Sementara debat soal penalti kontroversial akan terus berlanjut di ruang analisis dan studio televisi, Inter tak punya kemewahan untuk berlama-lama dalam penyesalan. Waktu terus berjalan, dan klasemen tidak menunggu siapa pun.